Home / ACEH / Polisi Obrak Abrik Lapak Judi Remi di Pidie

Polisi Obrak Abrik Lapak Judi Remi di Pidie

KLIKKABAR.COM, PIDIE – Tim Gabungan Res / Intel Polsek Glumpang Tiga yang dipimpin Iptu Muchtar Chalis berhasil menggerebek dan mengobrak abrik lapak judi kartu remi (joker) di sebuh kebun milik warga di Gampong Tufah Jeulatang Kecamatan Glumpang Tiga Kab.Pidie pada Sabtu 1 Juli 2017.

Penggerebekan lapak judi kartu remi (joker) tersebut berdasarkan laporan masyarakat Gampong Tufah Jeulatang Kecamatan Glumpang Tiga Kab.Pidie kepada pihak berwajib tentang sering terjadinya praktek judi kartu remi (joker) di sebuah kebun milik masyarakat Gampong Tufah Jeulatang Kecamatan Glumpang Tiga Kab.Pidie pada siang hari.

Dari laporan tersebut tim gabungan langsung menelusuri kebenaran informasi tersebut. Tepatnya pada Sabtu (01/07) sekira pukul 13.30 Wib, tim menemukan 6 (enam) orang pelaku judi sedang asyik bermain di sebuah kebun milik warga setempat.

Saat tim tiba, keenam pelaku judi kartu remi mengambil langkah seribu, namun hanya 2 (dua) pelaku yang berhasil diamankan oleh aparat Kepolisi Sektor Glumpang Tiga.

Kedua pelaku yang berhasil ditangkap oleh tim gabungan berinisial R, 25 thn, dan RHM, 23 thn.

Sementara di lokasi lapak judi tim menemukan 6 (enam) set kartu remi dan uang sebanyak Rp 300.000,- (tiga ratus ribu) rupiah.

Kapolsek Glumpang Tiga Iptu Muchtar Chalis mengatakan praktek judi kartu remi sudah sering dilakukan di Gampong Tufah Jeulatang, namun teguran aparat desa tidak digubris oleh para pelaku. Karena kegiatan maksiat tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat, laporan tertulis pun dilayangkan ke Mapolsek Glumpang Tiga.

Dari enam pelaku , hanya dua yang berhasil ditangkap sementara 4 (empat) pelaku lainnya berinisial SF, SJ, MY, dan OT, 50 berhasil melarikan diri dan akan dilakukan pengejaran.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Glumpang Tiga Polres Pidie guna penyelidikan lebih lanjut.

Sementara bila berkas perkara pelaku telah lengkap nantinya akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sigli untuk menjalani hukum cambuk sesuai Qanun Nomor 13 tahun 2003 tentang Maisir yang telah ditetapkan di Provisi Aceh, sebut Iptu Muchtar Chalis, SH.”