Home / ACEH / Aturan Main Kapan ‘Boleh’ Bunyikan Klakson di Jalanan

Aturan Main Kapan ‘Boleh’ Bunyikan Klakson di Jalanan

Ilustrasi | Foto: jihlava.idnes.cz

KLIKKABAR.COM – Klakson merupakan peranti standar yang sudah tersedia pada tiap kendaraan bermotor. Ini sesuai dengan Pasal 285 ayat 2 Undang-undang No. 22 tentang Lalu lintas.

Meski demikian, klakson ternyata tak bebas digunakan karena harus dipakai di situasi-situasi tertentu. Bicara fungsinya klason memiliki faedah memberi kode pada pengendara atau orang lain bahwa Anda ada di sekitar mereka.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk menggunakan klakson? Seperti dilansir AstraWorld, Selasa 4 Juli 2017, sebaiknya klakson digunakan dengan tujuan, pertama menghindari kecelakaan. Misalnya ketika kendaraan di depan Anda tiba-tiba berbelok, padahal mungkin pengemudinya tidak mengetahui ada kendaraan lain di belakangnya, atau jika ada hewan yang melintas atau berada di tengah jalan sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Kedua untuk mendahului atau meminta ruang. Jika ada kendaraan lain seperti sepeda motor yang terlalu dekat jaraknya dari kendaraan Anda, sehingga berpotensi menyenggol, Anda dapat membunyikan klakson untuk memberitahu pengendara tersebut.

Sama seperti halnya saat Anda berbicara dengan orang lain, membunyikan klakson pun harus sesuai dengan etika. Maka itu sesuaikan nada klakson sesuai dengan kondisi yang ada. Jika untuk mendahului atau meminta ruang cukup tekan klakson satu atau dua kali dengan nada pendek.

Menekan klakson dengan berlebihan seperti nada panjang dan berulang–ulang akan dianggap sebagai bentakan dan tindakan arogan. Hal ini akan membuat orang lain yang mendengarnya menjadi tidak nyaman dan mungkin akan marah. Karena lebih banyak faktor negatifnya, hindari penggunaan klakson yang berlebihan. (Vivanews)