Home / ACEH / Pemulangan TKI asal Aceh di Malaysia Terkendala Biaya

Pemulangan TKI asal Aceh di Malaysia Terkendala Biaya

IST

KLIKKABAR.COM, ACEH UTARA – Direktur Gerakan Aceh Nusantara (GAN) Ikhsan Nurdin menyerahkan bantuan kepada keluarga almarhum Abdul Salam yang meninggal akibat menderita sakit di Malaysia pada Senin, 26 Juni 2017.

Untuk diketahui, Abdul Salam (52) warga Gampong Tanjung, Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh meninggal di salah satu kebun daerah Gua Musang Negeri Kelantan Darul Naim malaysia pada Jumat 23 Juni 2017 sekitar Pukul 23.00 WIB.

Saat ini, jenazah belum dipulangkan ke Aceh karena terkendala biaya pemulangan.

Kedatangan Ikhsan Nurdin disambut langsung oleh keluarga Almarhum, Tgk Imum, Keuchik serta sejumlah masyarakat Gampong Lhok Meureubo Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara.

Tujuan kedatangan Direktur GAN ke rumah Almarhum untuk memastikan terkait kepulangan jenazah dan menyerahkan sedikit bantuan untuk biaya pemulangan jenazah.

“Bantuan tersebut berasal dari kas Lembaga GAN dan dari Anggota DPD RI Sudirman alias Haji Uma, karena tidak bisa saya kirim ke Malaysia, maka saya serahkan langsung kepada keluarga kebetulan baru sampai dari Malaysia juga,” ujar Ikhsan

Menurut Direktur GAN, keluarga Almarhum sangat mengharapkan jenazah bisa dipulangkan secepatnya, namun menurut informasi Ibrahim, adik Almarhum, jenazah akan diterbangkan pada Rabu 28 Juni 2017 direncanakan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

“Saat ini jenazah masih disemayamkan di Hospital Gua Musang Bandar Baru Kelantan Malaysia dan dijaga oleh pihak RS, pihak keluarga dan masyarakat setempat sudah menyediakan ambulance untuk menjemputnya di Bandara,” kata Ikhsan

Menurut Ibrahim, pihak keluarga saat ini sedang mengumpulkan biaya untuk pemulangan jenazah, mengingat dana yang terkumpul di Malaysia baru sekitar 1000 RM sedangkan keseluruhan membutuhkan biaya 6.500 RM.

“Tadi kami bantuan dari Direktur GAN dan Haji Uma Senilai 4.500.000, hingga saat ini baru terkumpul RM 2.500, jadi masih kurang RM 4.000 lagi, kami sangat berterima kasih kepada Direktur GAN dan Haji Uma yang telah membantu meringankan beban almarhum,” kata Ibrahim.

Selain itu, pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan dari Pemkab Aceh Utara dan donatur lainnya untuk membantu biaya pemulangan jenazah, karena lanjutnya, jika sampai besok tidak mencukupi, jenazah tidak bisa dipulangkan.

“Pengiriman jenazah diurus oleh pihak Polis, karena tidak ada Keluarga dan kerabat disamakan, sedangkan rekan almarhum tidak ada yang mempunyai visa,” ungkapnya

Abdul Salam meninggalkan seorang istri Yusnidar serta meninggalkan 6 orang anak yang masih kecil-kecil diantaranya Yanti (18) Muhsal (15) Diana (12) muhammad (10) Mona (7), Mita Amalia (3). []

LAPORAN: FAISAL NURDIN