Home / BERITA TERBARU / Alasan Menkum HAM Kenapa Ahok tak Jadi Pindah ke Cipinang

Alasan Menkum HAM Kenapa Ahok tak Jadi Pindah ke Cipinang

Ahok di Rutan Cipinang. ©2017 Merdeka.com

KLIKKABAR.COM, JAKARTA- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Hamonangan Laoly memastikan, terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) tetap ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Keputusan ini diambil guna memberikan rasa aman terhadap Ahok. Dengan begitu Ahok tak jadi dipindahkan ke Cipinang.

“Di lapas (Cipinang) sendiri kan ada dua kelompok yang memilih dan tidak memilih Ahok. Dan di sana ada juga lapas teroris yang cara berpikirnya agak kita khawatir lah. Oleh karena itu demi keamanan,” ungkap Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 22 Juni 2017.

Sebelum memutuskan Ahok tetap ditahan di Rutan Mako Brimob, Yasonna mengaku mendapat surat dari Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkum HAM) agar mempertimbangkan keselamatan mantan gubernur DKI Jakarta itu jika ditahan di Lapas Cipinang. Setelah mendapat surat tersebut, Yasonna langsung berkoordinasi dengan Polri. “Ya kita mau supaya tetap aman taruh di Mako,” ujarnya.

Yasonna mengingatkan, keselamatan Ahok dipertaruhkan jika ditahan di Lapas Cipinang. Sebab, di sana ada kelompok yang mendukung Ahok ada pula yang membenci Ahok karena kasus penodaan agama.

“Ini (kasus penodaan agama) kan kasusnya lain. Kasus yang memancing banyak emosi jutaan orang, bukan satu orang. Ancaman ke beliau (Ahok) itu sangat verbal,” ucapnya.

“Jadi kita pikir ya sudah lah. Kita tidak mau ambil resiko itu dan mempersulit kita. Jadi kita tetap taruh di Mako dulu. Nanti evaluasi berikutnya kita lihat,” sambungnya.

Yasonna menambahkan, keputusan agar Ahok tetap ditahan di Rutan Mako Brimob sebetulnya tidak perlu menjadi polemik. Karena sebelumnya sudah ada sejumlah narapidana yang dievakuasi ke Rutan Mako Brimob karena alasan keamanan. “Sebelumnya juga ada (narapidana yang dipindahkan ke Rutan Mako), bahkan Nazaruddin juga pernah ditaruh di Mako, baru dipindah,” terang dia.(Merdeka.com)