Home / ACEH / Ikatan Alumni Babun Najah Adakan Santunan Ramadan di Pulau Banyak

Ikatan Alumni Babun Najah Adakan Santunan Ramadan di Pulau Banyak

IST

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ikatan Alumni Babun Najah (IKABANA) melaksanakan kegiatan Ramadan peduli, dalam rangka mengisi aktivitas Ramadan dengan kegiatan sosial.

Program kegiatan Ramadan peduli ini dikemas dalam bentuk penyaluran santunan paket untuk anak yatim dan duafa. Dalam kesempatan kali ini, sebanyak 50 paket telah diserahkan di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar.

“23 paket lagi, dikirim ke masyarakat perbatasan Aceh. Tahun ini, untuk wilayah perbatasan Aceh, akan diberikan untuk anak yatim, dan dhuafa masyarakat pesisir Pulau Banyak, Aceh Singkil,” kata Arifin Ramli, salah satu pengurus IKABAN dalam rilisnya kepada Klikkabar.com, Selasa 20 Juni 2017.

Ia mengatakan, paket untuk anak yatim dan duafa Ramadan peduli adalah donasi yang dikumpulkan dari sebagian besar alumni dayah Babun Najah, yang juga didukung oleh lembaga Pusat Kajian dan Pendidikan Masyarakat (PKPM) Aceh, dan Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh.

Ia menambahkan bahwa pengumpulan donasi telah dilakukan sejak Ramdan pertama dari para alumni dan pihak yang ingin menyumbang. Hingga pembagian paket tahap pertama dilakukan, dana yang terkumpulkan mencapai hampir Rp 15 juta.

“Dari dana ini kemudian, kita paketkan dengan membeli kain sarung ditambah uang santunan yang juga diserahkan bersama paket. Tentunya, kita mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman penyumbang dan pihak yang ikut peduli,” ujar Arifin.

Khusus untuk Pulau Banyak, paket rencananya akan dibagikan pada Kamis, 22 Juni 2017 di Mushalla Al Mustafawiyah, Pulau Balai. Nantinya, paket akan diserahkan langsung oleh pengurus Mushalla dan beberapa mahasiswa yang ada di Pulau Balai. Sebagai bentuk transparansi, list donatur dan dokumentasi kegiatan nantinya dapat dilihat langsung di blog ikabana.com.

Koordinator pengiriman paket peduli Ramadan untuk masyarakat perbatasan Aceh, Muhajir Al Fairusy yang juga merupakan alumni Dayah Babun Najah mengatakan, dipilihnya wilayah perbatasan Aceh seperti Singkil, mengingat tingkat kesejahteraan penduduk masih di bawah kabupaten/kota lain di Aceh.

“Apalagi, kantong-kantong kemiskinan masih sangat terasa di wilayah tersebut. Karena itu, gerakan sosial ini menjadi tanggungjawab bersama, sebagai bentuk kepedulian, sembari mengisi ibadah di bulan Ramadan,” kata Muhajir yang kini sedang menyelesaikan program doktoral di UGM.

Untuk diketahui, IKABANA yang dibentuk sejak tahun 2005, memiliki anggota hampir 600 orang, semuanya merupakan alumni dayah Babun Najah, Ulee Kareng Banda Aceh. Pimpinan Pesantren Babun Najah Teungku Muhammad Ismi Lc (Abu Madinah) sangat mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh para alumni.

Dia juga mengharapkan, tahun depan kegiatan ini terus dilanjutkan, dan dapat menjadi agenda tahunan IKABANA, sebagai bentuk filantropi kemanusiaan di bulan Ramadan. []