Home / ACEH / Aceh Green Community Sosialisasikan Proyek di Gayo Lues

Aceh Green Community Sosialisasikan Proyek di Gayo Lues

IST

KLIKKABAR.COM, GAYO LUES – Guna mensosialisasikan program Aceh Green Community (AGC) selama 20 bulan di Gayo Lues, AGC melaksanakan sosialisasi program AGC-USAID Lestari pada 9 Juni 2017 di Aula Bappeda Gayo Lues. Melalui proposal ‘Pembangunan Rendah Emisi Yang Berkelanjutan Melalui Pengelolaan DAS dan Pengembangan Komoditas Aren’, AGC kembali menjadi Grantee USAID Lestari.

Selain sosialisasi tingkat kabupaten, AGC juga mensosialisasikan proyek AGC di empat kampung dampingan AGC. Keempat kampung dampingan AGC meliputi Kampung Pintu Rime, Pepelah, Uring, Gajah Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues pada Minggu, 11 Juni 2017 lalu. Sebelumnya, pada 2014, AGC juga pernah melaksanakan proyek yang yang didanai USAID IFACS di Gayo Lues.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Gayo Lues, Fauzul Iman ST MT mengatakan, Bappeda Gayo Lues menerima kehadiran AGC dengan tangan terbuka dan mendukung kegiatan AGC guna pengelolaan lingkungan yang lebih baik kedepan.

“Dengan adanya sosialisasi program AGC, Pemkab Gayo Lues mendapatkan informasi tentang proyek yang dilaksanakan AGC di Gayo Lues,” katanya.

Ia berharap, setelah sosialisasi proyek di laksanakan AGC, semua pihak dapat memahami proyek yang dijalankan AGC kedepan.

Sementara Ketua Presidium AGC, Suhaimi Hamid menuturkan, Aceh memiliki potensi yang sangat besar dibidang Sumber Daya Alam, potensi energi, hutan, sungai, biodiversity yang beragam, baik flora dan fauna.

“AGC telah melakukan berbagai kegiatan dalam pelestarian lingkungan, baik advokasi, pendampingan masyarakat, peningkatan kapasitas masyarakat, kegiatan penghijauan melalui penanaman berbagai jenis tanaman,” kata Suhaimi Hamid, Sabtu 17 Juni 2017.

Menurut Suhaimi, AGC juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti PT. PIM Aceh Utara, PDAM Kureng Peusangan, Bireuen, Forum DAS Krueng Peusangan, USAID SERASI, USAID IFACS dan yang terbaru dengan USAID LESTARI.

“AGC juga telah memiliki pengalaman dalam membangun Forum DAS, pendampingan penyusunan perencanaan desa, dan pengembangan potensi ekonomi desa,” tutur Suhaimi Hamid.

Sementara Sekjen AGC Musliadi menjelaskan tentang proyek AGC. Kata Musliadi, dalam melaksanakan proyek, AGC sangat mengutamakan transfer ilmu pengetahuan bagi masyarakat dampingan, dalam berbagai kegiatan yang telah disusun seperti implementasi PRA, GIS, Zonasi kawasan, dan review RPJMDes.

“AGC juga melakukan serangkaian kegiatan utama selama pelaksanaan proyek, baik penguatan masyarakat dalam bidang perencanaan desa, inisiasi pengembangan co-management, review RPJMDes, Pembentukan/penguatan BUMDes dan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengolahan gula aren dan pemasasran. AGC sangat mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah Gayo Lues khususnya instansi yang terkait dengan proyek,” tutup Musliadi. (rel)