Home / ACEH / Para Ahli dan Praktisi Intens Bahas RPJMA

Para Ahli dan Praktisi Intens Bahas RPJMA

IST

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Para ahli dan praktisi yang tergabung dalam Tim Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Terpilih periode 2017-2022 semakin intens membahas Rencana Pembangunan Menengah Aceh (RPJMA) yang berlangsung di Banda Aceh, Senin, 12 Juni 2017.

Pada workshop yang mengusung tema “Orientasi Penyusunan RPJMA Aceh Hebat 2018-2022” ini secara khusus membahas bagaimana program prioritas Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah dapat diterjemahkan dan diaplikasikan ke dalam dokumen rencana pembangunan Aceh yang akan berlaku selama lima tahu tersebut.

Serial workshop ini merupakan agenda kegiatan yang difasilitasi oleh proyek respon perubahan iklim Indonesia, “Support to Indonesia’s Climate Change Response – Technical Assistance Component’ (SICCR-TAC), yang didanai oleh lembaga donor Uni Eropa (EU) dan dilaksanakan oleh GIZ, AHT dan SNV.

Pada sesi pertama, para peserta mendapatkan materi tentang program dan kebijakan di tingkat nasional, dengan menghadirkan narasumber Dr Yanuar Nugroho, seorang akademisi dan profesional yang saat ini menjabat sebagai Deputi II Kepalas Staf Kepresidenan RI.

Workshop yang dimoderatori oleh Dr Afrizal Tjoetra tersebut membahas tentang program unggulan Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu), serta memaparkan tentang pentingnya data bagi kebijakan pembangunan dan sistem Satu Data.

Pakar di bidang perencanaan pembangunan itu juga ingin memastikan agar rencana kerja dan dokumen yang disusun oleh pemerintah Aceh ini sesuai dengan lima indikator program prioritas nasional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Ke lima indikator tersebut yaitu pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, masalah pengangguran, inflasi, dan kesenjangan. Nantinya indikator yang dicapai di tingkat daerah harus mampu menjawab kelima permasalah penting tersebut.

“Nantinya pemerintah di daerah akan ditanyakan bagaimana perubahan pada ke lima aspek tersebut,” kata Yanuar.

Pada akhir pemaparan, Dr Yanuar Nugroho yang juga masih tercatat sebagai akademisi pada University of Manchester, Inggris, memberikan arahan agar RPJMA harus signifikan, relevan atau bisa dikerjakan dalam kurun waktu 5 tahun, logis, dan realistis.

“Data harus akurat, terbuka atau dapat diakses oleh publik, dan interpretable,” ujarnya.

Sementara itu para pihak yang terlibat dalam pertemuan selama satu hari penuh tersebut adalah orang-orang yang dianggap mampu dan memiliki kepakaran di bidang-bidang yang dianggap penting untuk membangun Aceh di era pemerintahan baru. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penyusunan RPJMA, Ir. T. Said Mustafa saat memberikan sambutan dan pengarahan di awal acara. Ia percaya pada kemampuan tim yang terdiri dari 66 orang dan dibagi menjadi 6 bagian tesebut,

“Tim ini punya kapasitas 100% dan mampu,” tegasnya. (rel)