Home / ACEH / Kepemimpinan Pemerintah Zikir Turut di Diskusikan

Kepemimpinan Pemerintah Zikir Turut di Diskusikan

KLIKKABAR.COM,BANDA ACEH- Pemerintahan ZIKIR (Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf-red) sudah hampir menginjak 5 tahun berjalan memimpin Aceh sejak dilantik 25 juni 2012 lalu.  Berbagai kebijakan dan program sudah dijalankan untuk bagaimana membangun Aceh.

Namun pertanyaannya, apakah pemerintahan ZIKIR sudah berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kemakmuran Aceh sesuai dengan 21 janji yang pernah diutarakan pada saat mencalonkan diri sebagai Gubernur-wakil gubernur Aceh.

Untuk itu, Bidang Kebijakan Publik KAMMI Aceh yang diketuai Ridho Rinaldi mengadakan FGD (Focus Group Discussion) terkait 5 tahun kepemimpinan Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakkir Manaf yang selama ini memimpin Aceh.

“Pemerintahan Zikir akan selasai pada tanggal 25 Juni 2017. Sebab itu KAMMI Aceh mencoba mengkaji tingkat keberhasilan Pemerintahan Zikir melalui evaluasi 21 janji ZIKIR,” katanya dalam rilis diterima klikkabar.com, Jumat 19 Mei 2017.

Tuanku Muhammad dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD ini sangat penting dilakukan agar para mahasiswa memiliki sikap kritis terhadap segala dinamika pemerintahan, ujar ketua PW Kammi Aceh. “Agar kelak ketika memimpin kita sadar bahwa setiap janji yang pernah diucapkan akan diminta pertanggung jawabannya,” katanya.

Adapun yang menjadi narasumber adalah Muhammad Haikal Daudy, SH, MH. Dalam diskusi tersebut mengajak seluruh peserta untuk kembali mengingat dan mengecek 21 janji ZIKIR,  diantaranya menerapkan nilai-nilai budaya Aceh dan Islami semua sektor kehidupan masyarakat, pemberangkatan jamaah haji dengan kapal pesiar, naik haji gratis bagi anak Aceh yang sudah akil baliq, menjadikan Aceh layaknya Brunei Darussalam dan Singapura, Mewujudkan pelayanan kesehatan yang gratis yang lebih bagus, mendatangkan dokter spesialis dari luar negeri, pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi serta memberikan uang Rp. 1 juta/kk/bulan, sebutnya. “Hampir seluruh janji ZIKIR tersebut tidak ada yang tercapai,  hanya sedikit yang bisa dijalankan dan dirasakan,” tuturnya

Sementara diskusi FGD berlangsung alot dimana setiap peserta diskusi saling mengutarakan bahwa realisasi dari janji ZIKIR masih nihil. Sangat disayangkan ketika rakyat Aceh merasa tertipu dengan janji-janji yang menyebabkan Aceh semakin terpuruk.

Lanjutnya, Ia mengatakan gambaran pemerintahan Zikir sekarang ialah tidak sesuai dengan apa yang diungkapkan dengan apa yang ada di lapangan, sebutnya lagi.

“Oleh sebab itu,  tidak heran jika pemerintahan ZIKIR sekarang dianggap tidak sukses yang berakibat dari tidak terpilihnya kembali Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf sebagai Gubernur Aceh. Ini bukti bahwa Pemerintah ZIKIR dianggap gagal dan harus meminta maaf kepada seluruh Rakyat Aceh,” tukas dia.