Home / ACEH / Bocah Aceh Penemu Listrik dari Pohon Kedondong Ditemui Sang Menteri

Bocah Aceh Penemu Listrik dari Pohon Kedondong Ditemui Sang Menteri

Foto: Michael Agustinus/detik.com

KLIKKABAR.COM, JAKARTA- Menteri ESDM, Ignasius Jonan, siang ini mengundang Naufal Raziq, bocah 15 tahun asal Aceh penemu energi listrik dari pohon kedondong pagar. Pertemuan berlangsung 14.30 WIB sampai 15.30 WIB di Gedung Heritage Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Naufal, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa, sudah berhasil membuat listrik dari pohon kedondong sejak 2 tahun lalu alias saat usianya masih 13 tahun, saat duduk di kelas 1 MTs.

“Beliau senang dengan penemuan saya. Pak Jonan juga mengarahkan agar temuan ini dapat digunakan untuk skala lebih besar,” kata Naufal, usai bertemu Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Jonan sangat senang dengan penemuan Naufal. Ia berharap listrik dari pohon kedondong bisa diaplikasikan juga untuk desa-desa tak berlistrik yang masih banyak sekali di seluruh Indonesia.

“Harapan Pak Menteri, temuan Naufal ini bisa digunakan masyarakat, khususnya untuk desa-desa terpencil. Kita sudah membantu di desa di Aceh Timur. Listriknya kita bantu pakai pohon ini,” kata Naufal.

Dalam pertemuan tersebut, Jonan memberikan beberapa pesan kepada Naufal. Pertama, Jonan ingin Naufal fokus mengembangkan bakatnya menjadi seorang penemu.

“Pak Menteri tadi mengapresiasi penemuan Naufal. Ada beberapa pesan dari Pak Jonan. Pertama, Naufal diharapkan fokus untuk mengembangkan diri sebagai seorang penemu, sehingga bisa mengembangkan temuannya lebih lanjut,” ungkap Staf Khusus Kementerian ESDM Bidang Komunikasi, Hadi Djuraid.

“Kedua, apapun penemuannya, yang penting adalah manfaatnya untuk orang banyak. Jangan sampai hanya berpikir untuk diri sendiri,” sambungnya.

Ketiga, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) akan memberi bantuan pendanaan untuk mengembangkan penemuan Naufal.

“Kemudian tadi Pak Menteri mengarahkan bahwa nanti akan ada anggaran dari Ditjen EBTKE untuk pengembangan riset lebih lanjut. Jadi dibuka kemungkinan pengembangan temuan Naufal ini bisa menggunakan dana Kementerian ESDM,” tutup Hadi.(detik.com)