Home / ACEH / Nova Eliza Merasa Tak Perlu Jadi Wali Kota atau Gubernur

Nova Eliza Merasa Tak Perlu Jadi Wali Kota atau Gubernur

 

Nova Eliza (Galih W. Satria/bintang.com)

KLIKKABAR.COM – Artis peran Nova Eliza (36) sedang mencurahkan kepeduliannya ke persoalan kesetaraan gender bagi para perempuan di berbagai bidang. Ia bergerak dengan Yayasan Suara Hati Perempuan.

Yang terkini, Nova tengah membantu para perempuan yang menjadi korban kekerasan pada masa konflik di Aceh.

“Suara Hati Perempuan kan memang di Aceh ya, yayasan lokal untuk berdayakan korban konflik,” kata Nova ketika menghadiri acara laporan tahunan kerja sama pembangunan Uni Eropa-Indonesia atau Blue Book, di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada Rabu (16/5/2017).

Nova memilih Aceh karena dua hal. Pertama, Aceh merupakan kampung halamannya. Kedua, banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam hidupnya karena konflik di Aceh.

Gimana mereka tidak punya uang untuk melanjutkan hidupnya. So, dari situ aku mikir kesetaraan, social gap-nya masih begitu besar, lho,” sambungnya.

Apa yang didapatinya di lapangan kemudian didokumentasi dalam film oleh tim dari yayasannya itu.

Film dokumenter tersebut akan diputar di luar negeri pada November 2017, terkait kerja samanya dengan pihak Uni Eropa.

“Aku melihat, seseorang harus membantu, dan aku merasa, aku tidak mesti bergabung dengan pemerintah, atau menjadi wali kota atau gubernur untuk membantu korban. Aku  berinisiatif karena aku putri Aceh,” ucap ibu dua anak ini.

Nova berpendapat bahwa kekerasan terhadap para perempuan di Indonesia juga disebabkan oleh sistem patriarki dalam budaya di Indonesia.

“Aku rasa karena kultur kita masih patriarki. Hal ini yang mendorong perempuan di bawah laki-laki. Jadi, bagaimana kita mengubah mindset, laki-laki dan perempuan harus setara baik secara sosial, politik, atau paling tidak di rumah tangga itu sendiri,” ucapnya lagi. (KOMPAS)