Home / BERITA TERBARU / Menjadi Ramadhan Terbaik

Menjadi Ramadhan Terbaik

Foto: Jejak Imani

TINGGAL hitungan hari, bulan suci Ramadhan akan segera tiba. Umat Islam akan melaksanakan kewajiban berpuasa selama satu bulan penuh. Ramadhan disebut-sebut sebagai bulan terbaik di antara 12 bulan yang ada.

Ustaz Abdullah Haidir memberikan penjelasan untuk menghadapi bulan Ramadhan dalam kajian Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan bertema “Ramadhan Ini Ramadhan Terbaikku”, Jumat (5/5). Puluhan jamaah antusias mengikuti kajian tersebut.

Ustaz Haidir menyerukan agar setiap Muslim menyambut Ramadhan tahun ini dengan sebaik mungkin. Ramadhan harus memiliki dampak dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, Ustaz Haidir berdoa agar ramadhan kali ini merupakan yang terbaik dibandingkan sebelumnya. Ustaz Haidir menerangkan cara meraih Ramadhan terbaik antara lain harus memiliki pemahaman atau ilmu dan wawasan luas. Ustaz Haidir meyakini umat Islam sudah banyak yang memiliki pemahaman dasar tentang Ramadhan.

“Namun, ada satu perkara secara pola pikir tentang ramadhan perlu dipertegas, yaitu bulan ramadhan bukan hanya dikenal syahrus shiyam (bulan puasa), melainkan dia memiliki banyak dimensi lain yang allah sediakan dan minta memaksimalkannya,” ujar Ustaz Haidir.

Menurut dia, Ramadhan juga harus dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah di malam hari. Pasalnya, mereka akan diampuni dosa-dosanya. Hal tersebut, kata ustaz Haidir, pernah dikatakan oleh Rasulullah SAW. Dia mencontohkan ibadah yang perlu diperbanyak dilakukan, yaitu baca Alquran, shalat dan berzikir. Ustaz Haidir menekankan, Muslim tidak berpikir bebas ketika malam hari. Pola pikir tentang ramadhan harus dibangun secara benar.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah selama Ramadhan. Termasuk memperbanyak berdoa. Sebab, doa orang yang sedang melaksanakan puasa dinilai akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Ramadhan juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas ataupun kuantitas terhadap bacaan Alquran. “Bulan ini kita ditawarkan sebesar -besarnya untuk meraih kesempatan kebaikan,” kata Ustaz Haidir.

Menurut dia, puasa merupakan ibadah untuk melatih meninggalkan larangan Allah SWT. Bahkan, umat Islam juga bisa meninggalkan perkara yang halal demi memaksimalkan ibadah puasanya. “Dari situ mentalitas terbentuk. Maka, orang yang berpuasa sejatinya orang yang siap meninggalkan yang Allah larang,” Ustaz Haidir menambahkan.

Kemudian, puasa juga menjadi waktu tepat untuk melatih keikhlasan dalam beribadah. Bulan ramadhan merupakan ladang keikhlasan agar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan berpuasa, seseorang akan tidak akan terlalu bergantung kepada kehidupan dunia. Melaksanakan ibadah puasa dengan maksimal di bulan ramadhan diakui ustaz Haidir tidak akan mudah bagi sebagian orang. Namun, ustaz Haidir menyarankan, agar menyiapkan jiwa agar kuat menyambut ramadhan selama satu bulan.

“Ini penting diperkuat, kebersihan hati kita. Para ulama menganjurkan bersihkan hati kita sebelum Ramadhan,” kata dia menjelaskan. Perasaan gembira dalam menyambut Ramadhan, perlu ditumbuhkan bagi setiap Muslim. Kegembiraan tersebut¬† juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas ibadah.

Selain kekuatan jiwa, menyambut Ramadhan juga perlu menyiapkan kekuatan fisik. Dia menjelaskan, kesehatan fisik harus dijaga sejak sebelum ramadhan, seperti menjaga pola makan. Kemudian, kekuatan harta juga penting untuk disiapkan. Sebab, dengan harta mereka dianjurkan untuk memperbanyak memberikan buka puasa untuk orang lain. Dari situ, nilai puasa seseorang akan berlipat-lipat.

Selanjutnya, umat Islam harus mengantisipasi halangan mendapatkan keutamaan beribadah puasa. Seperti menonton telivisi hingga sampai mengganggu ibadah wajib ataupun keutamaan berpuasa. “Ini harus menjadi catatan,” ustaz Haidir menegaskan.

Amir, salah satu jamaah mengatakan, siap menyambut Ramadhan tahun ini. Dia berharap ibadah puasanya lebih baik dari sebelumnya. Amir pun berharap dari kajian tersebut bisa mendapatkan manfaat untuk dirinya dan keluarganya. “Banyak ilmu, harapannya bisa bermanfaat, puasa saya lebih baik, diterima Allah,” kata Amir.

Amir mengaku, sering menghadiri kajian Keislaman di berbagai tempat. Menurutnya, dari kajian yang diikutinya mampu menambah khazanah keilmuan kegamaannya.Farhan jamaah lainnya mengaku, menghadiri kajian tersebut sebagai upaya mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Farhan merasa selama ini puasa hanya sebatas aktifitas melaksanakan kewajiban agama. “Dari sini mungkin bisa mendapatkan banyak ilmu,” ujar Farhan. (REPUBLIKA)