Home / ACEH / Sejak 2012, Ada 44 Kasus Kematian Gajah di Aceh

Sejak 2012, Ada 44 Kasus Kematian Gajah di Aceh

Gajah jantan yang ditemukan mati di pedalaman Aceh Timur beberapa waktu lalu. (Zamzami Ali/Klikkabar).

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Jumlah populasi Gajah Sumatera, khususnya yang berada di hutan Aceh diyakini saban hari makin berkurang jumlahnya. Terhitung dari tahun 2012 hingga 2017, sebanyak 44 ekor Gajah Sumatera ditemukan mati di seluruh wilayah Aceh.

“Tingkat tertinggi kematian gajah terjadi pada tahun 2015, mencapai 12 kasus. Di tahun 2012 ada 5 kasus, 10 kasus di 2013, 11 kasus di 2014 dan 4 kasus di 2016 serta 2 kasus di tahun 2017,” ujar Kepala Balai Konservasi Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo kepada klikkabar.com via selularnya, Sabtu, 22 April 2017.

Lebih lanjut, Sapto Aji Prabowo juga mengatakan bahwa kasus penemuan gajah mati di tahun 2017 terjadi di Banda Alam, Aceh Timur pada 15 Januari 2017. Sedangkan kasus terbaru ditemukan di Pining, Gayo Lues pada Kamis, 20 April 2017 lalu.

Baca juga:

Gajah Jantan Kembali Ditemukan Mati di Pedalaman Aceh Timur

Gajah Jantan Ditemukan Mati di Gayo Lues

Gajah Sumatera sejatinya merupakan sub spesies dari Gajah Asia yang habitatnya cuma ada di pulau Sumatera. Gajah ini mempunyai postur lebih kecil daripada sub spesies Gajah India.

Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam akan kelangsungan hidupnya. Gajah diburu dan dibunuh oleh manusia, terutama untuk diambil gadingnya serta kebanyakan kasus yang ditemui gajah dibunuh dengan cara diracun.

Sebagian besar habitat gajah pun telah hilang dan berganti menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif oleh manusia. Hal ini mengakibatkan konflik gajah dengan manusia terus menerus terjadi dan seolah tak pernah berhenti.[]

REPORTER : ZAMZAMI ALI