Home / ACEH / 12 Pelanggar Syariat Islam Dihukum Cambuk

12 Pelanggar Syariat Islam Dihukum Cambuk

Ilustrasi, algojo menjatuhkan pukulan terhadap terdakwa kasus ikhtilath dalam uqubat cambuk di Meunasah Rukoh, Banda Aceh, Senin, 27 Februari 2017. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 12 pelanggar syariat Islam yang terbukti melanggar qanun jinayat di Kota Banda Aceh dihukum delapan hingga 27 kali cambuk.

Eksekusi hukuman cambuk berlangsung di Halaman Masjid Al Mukminin Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin, 20 Maret 2017.

Pelaksanaan uqubat atau hukuman cambuk disaksikan ratusan masyarakat. Prosesi eksekusi cambuk dikawal ketat puluhan anggota Satpol PP dan Wilayatul Hisbah serta kepolisian.

Adapun 12 pelanggar syariat Islam yang dicambuk tersebut terdiri empat pasangan atau delapan terhukum ikhtilath (asusila) dan empat terhukum maisir atau judi. Delapan terhukum ikhtilath yakni pasangan MJ (31 tahun), dan MY (46). Pasangan ini dihukum masing-masing 21 kali cambuk.

Berikutnya pasangan MK (25) dan CA (20). Pasangan ini dihukum masing-masing 17 kali cambuk. Kemudian, pasangan MF (24) dan S Z(23). Pasangan ini dihukum masing-masing 22 kali cambuk, serta I (21) dan N (43) yang dihubuk 24 kali cambuk.

Sedangkan empat terhukum cambuk kasus maisir yakni ES (34), JH (26), dan MA (31), dan RH (28). Keempat terpidana maisir tersebut dihukum masing-masing empat kali cambuk.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Banda Aceh Yusnardi mengatakan, para terhukum cambuk tersebut ditangkap masyarakat beberapa waktu lalu. “Kemudian, masyarakat menyerahkan kepada kami untuk diproses secara hukum. Setelah menjalani hukuman, mereka dikembalikan ke keluarga,” kata Yusnardi.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Banda Aceh Ricky SH mengatakan, para terhukum cambuk ditahan selama diproses hukum berlangsung, “Penahanan diatur Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat. Masa penahanan dikompensasikan 30 hari sama dengan satu kali hukuman cambuk,” katanya.**(Antara)