Home / BERITA TERBARU / Sering Sampaikan Ceramah Kebencian, Biksu Ashin Wirathu Dilarang Ceramah

Sering Sampaikan Ceramah Kebencian, Biksu Ashin Wirathu Dilarang Ceramah

Wirathu dalam foto tahun 2016 (AFP PHOTO/ROMEO GACAD

KLIKKABAR.COM, YANGON- Biksu kontroversial di Myanmar, Ashin Wirathu, dilarang untuk memberi ceramah selama setahun. Larangan ini diberlakukan oleh majelis Budha tertinggi di Myanmar terhadap Wirathu, yang kerap memberikan ceramah kebencian yang memicu ketegangan antar umat beragama di negara tersebut.

Seperti dikutip dari Al-Jazeera pada Jumat 17 Maret 2017, rapat khusus yang digelar para tetua biksu Myanmar dalam Komisi Nasional Sangha Maha Nayaka pada Jumat 10 Maret  waktu setempat, memutuskan untuk melarang seluruh ceramah Wirathu.

Komisi Nasional Sangha Maha Nayaka merupakan badan majelis tertinggi untuk para biksu Buddha di Myanmar. Komisi ini bertugas mengawasi dan mengatur para Sangha (biksu) di Myanmar. Para anggota Sangha Maha Nayaka ditunjuk oleh pemerintah Myanmar.

“Karena dia berulang kali menyampaikan ceramah kebencian terhadap agama tertentu, hingga memicu perselisihan komunitas dan menghalangi upaya penegakan hukum,” tegas komisi tersebut dalam pernyataannya.

“Dia dilarang memberikan ceramah di seluruh Myanmar selama satu tahun, terhitung sejak 10 Maret 2017 hingga 9 Maret 2018,” demikian disampaikan.

Jika Wirathu melanggar larangan yang diberlakukan Sangha Maha Nayaka itu, maka akan ada tindakan tegas terhadapnya. “Tindakan sesuai hukum yang berlaku,” sebut komisi tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Secara terpisah, Direktur Kementerian Urusan Agama Myanmar, Aung San Win membenarkan adanya larangan ceramah untuk Wirathu. Namun Aung San Win tidak menjelaskan lebih lanjut soal tindakan tegas apa yang akan diambil terhadap Wirathu. Tidak diketahui juga apakah larangan ini juga berlaku untuk akun media sosial Wirathu.

Wirathu yang pernah dijuluki ‘wajah teror Buddha’ oleh majalah ternama TIME ini, pernah menyerukan pembatasan bagi populasi muslim di Myanmar. Dalam ceramahnya, dia berkoar-koar bahwa Islam akan mengambil alih Myanmar dari warga Buddha.

Myanmar yang tengah dilanda ketegangan antar agama, berulang kali dilanda konflik sektarian yang memakan banyak korban jiwa. Bahkan sebagian insiden kekerasan di Myanmar diyakini dipicu retorika anti-Islam yang disuarakan Wirathu dan pengikutnya. Pembunuhan pengacara muslim ternama dan sangat dihormati, Ko Ni, pada Februari lalu, semakin memicu ketegangan. Ko Ni juga dikenal sebagai sekutu lama pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.(detik.com)