Home / ACEH / Saat Muntahan Peluru Kembali Bersileweran di Aceh Timur

Saat Muntahan Peluru Kembali Bersileweran di Aceh Timur

Rumah warga yang diberondong tembakan OTK di Peunaron, pedalaman Aceh Timur, Minggu, 5 Maret 2017. (IST).

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Jam dinding menunjukkan angka di pukul 02.30 WIB. Yatinem sedang tertidur pulas bersama suaminya, Jusman. Begitu juga dengan warga Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron lainnya.

Tiba-tiba Yatinem terbangun dari tidurnya, ia melihat seperti ada sesuatu yang terbakar di depan rumahnya. Asap terlihat memasuki rumah. Lantas ia pun membangunkan suaminya. Saat Jusman membuka pintu, bak laga di film box office Hollywood, sejumlah orang tak dikenal (OTK) tanpa ‘ba bi bu’ langsung menembaki Jusman dengan brutal.

Baca: Aceh Timur Kembali Memanas, Dua Warga Diberondong OTK

“Ada sebelas tembakan yang dilepaskan. Satu tembakan mengenai leher korban, 4 tembakan mengenai pintu depan, 4 tembakan mengenai jendela dan 2 lainnya mengenai dinding depan,” ujar Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, SIK, M.Hum, Minggu, 5 Maret 2017.

Beberapa puluh meter dari rumah Jusman, Misno ikut terbangun karena mendengar ada suara yang dikiranya berasal dari suara ban pecah. Ia pun mencoba mencari sumber suara tersebut dengan cara melihatnya dari celah dinding. Tidak ada yang jelas terlihat, hanya dua unit sepeda motor yang melaju di tengah kegelapan malam saat itu.

Rentetan tembakan kembali dimuntahkan dari larasnya, satu diantaranya tepat mengenai perut Misno. Ia berusaha memegang darah segar yang mengucur deras dari balik baju yang dikenakannya. Tak lama berselang, warga mulai berhamburan mendatangi kedua rumah tersebut. Kedua korban lalu segera dibawa ke RSUD Dr. Zubir Mahmud Idi Rayeuk guna mendapati pertolongan medis.

Selanjutnya, sekira pukul 07.00 WIB, karena kondisi yang kian parah, kedua korban langsung dirujuk ke RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

“Berdasarkan olah TKP sementara, petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti antara lain selongsong peluru sebanyak 10 butir, amunisi aktif 2 butir, proyektil amunisi sebanyak 4 butir dan sejumlah serpihan proyektil,” tambah AKBP Rudi Purwiyanto.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, para pelaku yang dikatakan tancap gas ke arah timur atau ke arah perkebunan sawit milik PT Mapoli Raya. Jusman dan Misno yang kesehariannya menjalankan usaha jual beli sawit itu diketahui tidak memiliki permasalahan selama menjalankan usahanya.

Namun, masih menurut keterangan dari sejumlah saksi, kedua korban diketahui menjadi salah satu tim sukses calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur yang maju dari jalur independen. Meski demikian, Kapolres Aceh Timur mengaku tidak mau berspekulasi dan langsung menjadikan motif politik sebagai dalih penembakan.

“Kita tidak mau menerka dan menduga serta langsung menyimpulkan apa motifnya. Kita tunggu saja hasil pengembangan dan penyelidikan nantinya,” tutup AKPB Rudi Purwiyanto, SIK, M.Hum.[]

REPORTER : ZAMZAMI ALI