Home / BERITA TERBARU / Jaksa Djami Dihukum 15 Tahun Penjara

Jaksa Djami Dihukum 15 Tahun Penjara

KLIKKABAR.COM, JAKARTA- Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman jaksa Djami Rotu Lede dari 10 tahun penjara menjadi 15 tahun penjara. Jaksa Djami terbukti menggelapkan barang sitaan di kasus Adrian Waworunto, terpidana korupsi yang dihukum penjara seumur hidup.

Kasus bermula saat terbongkarnya pembobolan BNI Cabang Kebayoran Baru, Jaksel senilai Rp 1,2 triliun pada 2002. Di kasus itu, Adria akhirya dihukum penjara seumur hidup.

Nah, aliran uang hasil jarahannya itu antara lain dicuci Adrian dengan mendirikan pabrik batu marmar di Desa Ohaem Kecamatan Amfoang Selatan dan di Desa Binoni Kecamatan Takari Kabupaten Kupang. Untuk menyarukan pencucian uang, didirikan perusahaan PT Segred Team.

Penyidik akhirnya menyita pabrik batu marmar itu, tapi bertahun-tahun terlantar. Dicoba untuk dilelang tetapi penawaran yang masuk terlalu rendah.

Jaksa Djami yang diserahi tugas untuk mengawasi/menjaga barang sitaan negara itu lama-lama tergoda. Bekerja sama dengan pengusaha besi tua, pabrik beserta mesin-mesin dibesituakan dan dijual tanpa memasukan hasil penjualannya ke kas negara. Jaksa Djami berhasil mengantongi Rp 400 juta dari perbuatannya itu.

Penjualan barang sitaan negara itu tercium aparat sehingga jaksa Djami diproses secara hukum. jaksa Djami awalnya dihukum 10 tahun penjara di tingkat banding. Tapi hukuman jaksa Djami diperberat menjadi 15 tahun penjara oleh MA.

“Karena jelas-jelas telah mempermalukan korps Adyaksa, Mahkamah Agung memperperat hukumannya menjadi 15 tahun dari 10 tahun putusan Pengadilan Tinggi,” kata anggota majelis kasasi Krisna Harahap saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 1 Februari 2017.

Duduk sebagai majelis yaitu Artidjo Alkostar, Krisna Harahap dan Syamsul Rakan Chaniago. Selain hukuman pokok tersebut, jaksa Djami juga diharuskan membayar denda Rp 500 juta dan harus mengembalikan Rp 390 juta yang tersisa di kantongnya. Putusan itu diketok dalam sidang pada Senin kemarin. “Apabila dia tidak melunasinya, hukumannya ditambah 3 tahun lagi sehingga menjadi 18 tahun penjara,” ujar Krisna.(detik.com)