Home / ACEH / Abdya Butuh Keharmonisan Politik Agar Tidak Tertinggal

Abdya Butuh Keharmonisan Politik Agar Tidak Tertinggal

OLEH : AGUS FADHLI, S.IP

KONDISI yang dialami oleh kabupaten yang dijuluki dengan Breh Sigupai, saat ini telah menyentuh hati semua masyarakat, dimana kontestasi momen politik tahun 2017 ini Abdya telah melahirkan 10 calon kandidat dan hal ini membuat bergening perpolitikan yang terjadi di Kabupaten Abdya semakin berbeda dengan Kabupaten lainnya.

Abdya telah dua kali melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara Pemilu dan bisa dikatakan sudah 10 tahun di bawah Pemerintah yang dihasilkan dari proses demokrasi. Begitu juga dengan tensi politik yang sangat tinggi pada Pilkada 2017 seharusnya menjadi stabilitas politik yang positif, karena dengan hadirnya para tokoh politik sampai dengan 10 calon kandidat tentu membuat masyarakat tidak mudah dalam menentukan pilihannya.

Persoalan kisruh dalam masing-masing internal para kandidat sebenarnya itu merupakan suatu gesekan yang nantinya akan meningkatkat kualitas proses demokrasi di Abdya pada arah yang akan lebih baik. Namun hari ini para Kandidat semestinya tetap menjaga keharmonisan sesama rival dalam kontestasi Pilkada Abdya, karna stabilitas perpolitikan Abdya sangat dipengaruhi dari model kampanye dan konsolidasi dari para kandidat.

Maka oleh karna itu masyarakat akan lebih bijak dalam mengukur progres masing-masing para kandidat, sehingga masyarakat bisa melihat dan menimbang juga memperhatikan kreteria calon yang sesuai dengan kualitas hidup mereka ke depan.

Masyarakat Abdya tentunya mengharapkan sosok kepala daerah yang bisa merakyat, sehingga bisa mengakomodir segala kebutuhan mereka selama lima tahun ke depan. Namun hal itu akan terjadi apabila masyarakat diberikan rasa nyaman dalam memilih pemimpin yang layak bagi perubahan Abdya ke depan.

Berbagai macam fenomenal yang terjadi pada lapisan masyarakat di dalam gampong, dikarenakan para kandidat yang sampai dengan 10 calon ini membuat geopolitik yang sangat dinamis, dan memudahkan terjadi pergesekan sesama para masing-masing pendukung, yang disayangkan apabila kondisi ini tidak terkelola dengan baik maka akan melahirkan faksi-faksi baru dalam kehidupan masyarakat Abdya kedepan.

Sehinga keharmonisan Politik Abdya bukan semakin maju, namun semakin tertinggal dengan kurangnya rasa memiliki dalam membangun daerah nantinya. Apa pun keputusan politik yang terjadi pada Pilkada Abdya merupakan hasil dari demokrasi yang diputuskan oleh rakyat Abdya secara keseluruhan, tentu masyarakat Abdya tahu pemimpin yang ideal dalam membangun Abdya ke depan.

*Penulis merupakan putra Abdya dan Alumni Ilmu Politik Unsyiah