Home / ACEH / Warga Paya Bakong Keluhkan Minim Kesempatn Bekerja di Waduk Krueng Keureuto

Warga Paya Bakong Keluhkan Minim Kesempatn Bekerja di Waduk Krueng Keureuto

Presiden Jokowi saat menekan sirine sebagai simbolisasi dimulainya pembangunan Waduk Krueng Keureuto, Paya Bakong, Senin 9 Maret 2015. (Zulfikar Husein/Viva)

KLIKKABAR.COM, ACEH UTARA – Sehubungan dengan insiden mengamuknya Belasan Masyarakat Blang Pante di pembangunan Waduk Krueng Keureutoe Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara baru-baru ini, Karang Taruna “Semangat Bersama” Paya Bakong mengangap insident itu hal yang wajar mengigat kondisi dilapangan selama ini masyarakat Pribumi kecamatan Paya Bakong sangat susah untuk melamar Pekerjaan di Waduk tersebut.

“Kita berharap Kepada Pimpinan Perusahaan PT. Wijaya Karya (persero), PT. Hai Chang, PT. Hutama Karya (Persero). PT. Sarindo, PT. Brantas dan PT. Prapen untuk tidak mengabaikan masyarakat lingkungan yang ingin bekerja di pembangunan waduk Krueng Keureutoe Paya Bakong demi meningkatkan Ekonomi Masyarakatsetempat,” ujar Imran, Ketua Karang Taruna “Semangat Bersama” Paya Bakong, dalam rilis yang diterima Klikkabar.com, Selasa 24 Januari 2017.

“Sesuai dengan hasil Investigasi dilapangan, kita menemukan Mayoritas 80% pekerja dari luar Provinsi Aceh di Waduk Krueng Keureuto, sedangkan untuk tenaga Pribumi Kecamatan Paya Bakong hanya 20%, selebihnya hanya menjadi penonton di kandang sediri. Padahal sejumlah Masyarakat Paya Bakong sangat mengharapkan untuk mereka bisa bekerja di Pembangunan waduk, namun, Pihak Perusahaan tidak memberikan kesempatan,” keluhnya.

Padahal di Kecamatan Paya Bakong sangat banyak yang tamatan sarjana S1,D3 dan Tenaga skill Kontruksi lainya. Kita juga menanggapi pernyataan Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Wilayah sungai Sumatra 1 Zulkifli, yang diterbit edisi Serambi Pase Senin 23 Januari 2017. “Kita dari karang Taruna “Semangat Bersama” Kecamatan Paya Bakong menganggap pernyataan tersebut sangat keliru dan tidak mendasar dengan kondisi di lapangan, Karna warga Paya Bakong sangat banyak yang memiliki Skill. Namun, tidak diberikan kesempatan untuk bekerja,” sebutnya.

Oleh karena itu, ia mendesak pihak Pemerintah dalam hal ini Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Aceh Utara untuk segera turun kelokasi waduk Krueng keureutoe untuk mengkroscek persentase tenaga kerja Paya Bakong dan tenaga Non Paya Bakong, Demi mendukung Program Pemerintah untuk mengurangi angka Pengguran diwilayah Paya Bakong khususnya Provinsi Aceh Pada Umum nya.

“Jika pihak Perusahaa, Depnaker dan Muspika tidak segera merespon, maka dengan sangat terpaksa kami Dari Karang Taruna “semangat Bersama”  Paya Bakong Pemuda dan Masyarakat akan melakukan Sweping tenaga Non Aceh,” tegasnya. []