Home / ACEH / Setelah Lima Hari Buron, Polres Aceh Tamiang Tangkap Pelaku Pembacokan

Setelah Lima Hari Buron, Polres Aceh Tamiang Tangkap Pelaku Pembacokan

Pelaku pembacokan berinisial M alias ND (31).

KLIKKABAR.COM, ACEH TAMIANG – Lima hari pasca insiden pembacokan yang terjadi di Gang Rukun, Dusun Tanjung Rambut, Bukit Tempurung, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang pada tanggal 17 Januari 2016, akhirnya Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang bekerjasama dengan Sat Reskrim Polres Langsa berhasil menangkap pelaku pembacokan berinisial M alias ND (31) disebuah rumah sewah milik Fatimah di Dusun Mulia Indah, Desa Alur Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Sabtu sore 21 Januari 2017.

Baca:

Selingkuhi Istri Orang, Pria Aceh Tamiang Dibacok Hingga Kritis

Kronologi Pembacokan di Aceh Tamiang Akibat Perselingkuhan

Pelaku M, warga Desa Bukit Tempurung ini sempat buron lima hari usai membacok korban AW dibagian kepala dan kedua tangannya nyaris putus dan saat ini korban dikabarkan menjalani perawatan intensif di salah satu RS yang ada di Medan.

Pelaku nekat melakukan perbuatan sadis itu karena korban menjalin hubungan gelap dengan istrinya, Kiki (nama panggilan).

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Ferdian Chandra, S.Sos membenarkan penangkapan tersangka DPO tersebut. Sebelumnya, Polres Aceh Tamiang telah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku dengan waktu yang panjang hingga dihari ke lima pelaku berhasil ditangkap.

“Keberadaan tersangka terhendus berkat membangun jaringan kerjasama yang baik dengan Sat Reskrim Polres Langsa. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan Sabtu sekitar pukul 16.30 WIB di rumah sewah, Dusun Mulia Indah, Desa Alur Dua, Langsa,” terang Candra.

Dijelaskannya, pelaku dicari berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP.B/09/I/2017/SPKT, tanggal 17 Januari 2017 tentang dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

“Begitu tertangkap selanjutnya tersangka diboyong ke Mapolres Aceh Tamiang guna penyidikan lebih lanjut,” ujar kasat.

Tersangka M dijerat Pasal 354 KUH Pidana tentang penganiayaan berat. Jika korbannya hidup maksimal dihukum delapan tahun penjara dan bila korbannya meninggal maksimal  10 tahun penjara. []