Home / ACEH / Debat Gubernur Aceh, Hanya Tarmizi Karim yang Singgung Masalah Bencana

Debat Gubernur Aceh, Hanya Tarmizi Karim yang Singgung Masalah Bencana

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut 1, Tarmizi Karim-Machsalmina Ali.

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh baru saja menyelenggarakan debat terbuka tahap kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 yang berlangsung di Gedung Amel Convention Hall, Rabu malam, 11 Januari 2017.

Dalam debat tersebut, Kandidat Gubernur Aceh kembali menyampaikan visi misi terbaiknya untuk Aceh lima tahun kedepan, bahkan mereka mempersiapkan amunsi untuk menjawab setiap pertanyaan dari setiap lawan politiknya.

Namun bila dicermati dalam debat tersebut, para kandidat umumnya sibuk berkutik pada persoalan birokrasi, ekonomi, pengentasan kemisikinan, mengadakan lapangan kerja untuk mengurangi angka penganggaruan dan kesejahteraan masyarakat, UUPA, tidak banyak dari mereka yang membahas masalah kebencaan padahal Aceh sangat kerap dengan bencana alam seperti banjir dan longsor, bahkan baru-baru ini hampir seluruh wilayah Aceh dilanda banjir.

 

Dari debat semalam, hanya pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut 1, Tarmizi Karim-Machsalmina Ali, yang memasukkan masalah kebencanaan dalam program kerjanya untuk lima tahun kedepan. Tarmizi Karim sempat menyinggung masalah kebencanaan yang sangat krusial di Aceh saat ini.

Tarmizi Karim menyebutkan bahwa bencana alam seperti banjir yang kerap melanda Aceh karena faktor tata ruang yang tidak terbangun secara baik, oleh sebab itu ia bertekat memperbaiki pembangunan tata ruang secara konsisten dan lebih baik, sehingga bisa meminimalisir terjadinya banjir.

Seiring dengan itu, Tarmizi Karim juga akan meningkatkan pendidikan kebencanaan dikalangan masyarakat Aceh dengan pendidikan tanggap bencana.

“Selain membangun tata ruang yang lebih baik, pendidikan tanggap bencaan dikalangan masyarakat juga perlu diadakan. Olejh karena itu kita akan membuat pendidikan tanggap bencana yaitu manajemen tanggap darurat,” ungkap Tarmizi Karim. []