Home / BERITA TERBARU / Sidang Ahok Terkait Penistaan Agama Diperkirakan Selesai Mei Mendatang

Sidang Ahok Terkait Penistaan Agama Diperkirakan Selesai Mei Mendatang

Ahok saat menjalani sidang kasus penistaan agama.

KLIKKABAR.COPM, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memperkirakan sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selesai pada Mei mendatang.

“Saya telah berdiskusi dengan hakim, sidang Ahok kemungkinan selesai pada April atau Mei karena saksinya cukup banyak ada 46 saksi. Seminggu empat saksi (yang dihadirkan) saja sudah hampir delapan minggu waktu yang dibutuhkan, belum nanti ada duplik dan pembelaan,” kata Iriawan di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa 10 Januari 2017.

Dalam sidang kelima ini beragendakan pemeriksaan saksi-saksi pelapor dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama seperti sidang keempat sebelumnya pada Selasa 3 Januari 2017.

Iriawan pun menyatakan Polda Metro Jaya tetap memberikan pengamanan sidang Ahok secara maksimal. “Insya Allah setiap Selasa kami amankan sidang Ahok dengan maksimal dibantu juga dari TNI,” tuturnya.

Ia pun menambahkan bahwa kemungkinan sidang Ahok akan tetap diadakan di Auditorium Kementerian Pertanian. “Sementara sidang tetap diputuskan di sini,” ucap Iriawan.

Dalam sidang hari Selasa ini, sekitar 2.000 personel kepolisian dikerahkan menjaga sidang kelima terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Gedung Kementerian Pertanian.

“Ribuan personel kepolisian itu akan ditempatkan di empat ring sama seperti sidang keempat pekan lalu (Selasa, 3/1) antara lain di dalam ruang sidang, di pelataran Gedung Kementan, di luar Gedung Kementan, dan di sekitar Gedung Kementan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan di Gedung Kementan.

Menurutnya, pengerahan ribuan personel kepolisian itu kembali dilakukan untuk mencegah ancaman yang mungkin terjadi saat sidang sedang berlangsung baik dalam skala kecil misalnya adanya tindak kriminalitas hingga dalam skala besar, misalnya kemungkinan adanya teror. [Antara]