Home / BERITA TERBARU / DPR Nilai PSK China yang Beroperasi di Indonesia Akibat Kebijakan Bebas Visa

DPR Nilai PSK China yang Beroperasi di Indonesia Akibat Kebijakan Bebas Visa

Puluhan PSK asal RRC yang terjaring razia Ditjen Imigrasi. (Foto: Rimanews)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Ditjen Imigrasi menjaring puluhan wanita pekerja seks komersial berpaspor China saat menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yurod Saleh, pihaknya menangkap 76 PSK RRC dari tiga tempat hiburan. Mereka rata-rata bekerja sebagai pemandu lagu di tempat karaoke, terapis di pusat kebugaran khusus pria, dan wanita penghibur di Griya pijat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf menilai ditangkapnya 76 PSK asal Republik Rakyat Cina (RRC) merupakan dampak negatif dari pemberlakukan bebas visa yang diberikan pemerintah.

“Ya itu yang saya bilang, dampak ‘ikutan negatif’  jika bebas visa diberlakukan,” kata Dede Yusuf, senin 2 Januari 2016 seperti dilansir Rimanews.

Dede mengatakan, dengan bebas visa, tak hanya masalah prostitusi yang masuk ke Indonesia, tapi ditengarai banyak faktor negatif yang akan masuk.

“Berdasarkan hasil pengungkapan efek negatif bebas visa adalah narkoba, prostitusi, modus kejahatan cyber, penipuan, pemalsuan, pertanian berbahaya,” ujar politisi Partai Demokrat itu.

Ia meminta pemerintah untuk menindak tegas perusahaan yang memasukkan pekerja illegal RRC ke Indonesia.

“Yang perlu ditindak tegas mustinya  adalah perusahaan atau sponsor yang memasukkan,” pungkasnya. []