Home / ACEH / ‘Perahu Nabi Nuh’ di Banda Aceh Tak Sepi Pengunjung

‘Perahu Nabi Nuh’ di Banda Aceh Tak Sepi Pengunjung

Banyak wisatawan datang ke sini (Kartika/detikTravel)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH– 12 Tahun berlalu sejak tsunami meluluhlantakkan Aceh. Salah satu yang tersisa dari tragedi adalah perahu di atas rumah di Banda Aceh, yang selalu dikunjungi turis.


Salah satu yang menjadi bukti dahsyatnya terjangan air itu yakni sebuah perahu yang ‘parkir’ di atas sebuah rumah di Gampong Lampulo, Banda Aceh. Masyarakat Aceh menyebutnya perahu itu sebagai ‘Perahu Nabi Nuh’.

Bukan tanpa alasan, konon saat tsunami menerjang perahu itu lah yang menjadi kendaraan dan akhirnya menyelamatkan sebanyak 56 nyawa yang berlindung di dalam badan perahu.

Perahu itu kini dikelola menjadi sebuah destinasi wisata yang diberi nama ‘Boat di Atas Rumah’. Tidak sedikit pelancong baik dari dalam negeri mau pun luar negeri datang untukk melihat sendiri fenomena itu.

“Sisa-sisa saksi bisu, seperti puing-puing terutama kapal yang tersangkut di atas rumah ini kan sejarah. Bagus dirawat seperti ini dan jadi tempat wisata. Bisa dilihat juga untuk generasi berikutnya nanti,” kata seorang pengunjung asal Jakarta, Jayadi. 

Jayadi mengaku selalu penasaran dan rindu untuk merasakan sendiri sejarah yang disebut juga sebagai pemersatu itu. Saat tsunami terjadi, memang tidak sedikit kelompok-kelompok yang akhirnya bersatu dan saling membantu melayani atas nama kemanusiaan. 

Beberapa pengunjung tampak hilir mudik untuk bisa melihat dari dekat perahu Nabi Nuh itu. Puas mengaguminya, mereka tidak lupa mengambil foto diri sebagai bukti pernah berkunjung. Pengunjung disebut selalu membludak di akhir pekan atau di masa liburan.

“Kadang ada juga rombongan yang datang. Kemarin baru dari Malaysia datang sini,” kata seorang pengelola. 

Bagi yang penasaran, di sini juga dijual buku-buku yang berisi tentang sejarah perahu di atas rumah juga sejarah tsunami Aceh. Ada juga foto-foto dan video cerita yang juga di jual di pintu masuk tempat wisata itu.

Seperti diketahui, pada 26 Desember 2004 gempa bumi berkekuatan 9,3 SR menghentakkan bumi Serambi Mekkah dan menghancurkan bangunan di pusat kota Aceh. Tak lama berselang, Banda Aceh ditenggelamkan oleh amukan air laut yang merenggut ratusan ribu jiwa itu. (Detik.com)