Home / BERITA TERBARU / Polda Metro Jaya Bantah Internal TNI Marah Terkait Penangkapan Kivlan Zein dan Adit

Polda Metro Jaya Bantah Internal TNI Marah Terkait Penangkapan Kivlan Zein dan Adit

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. | Tempo

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. | Tempo

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya membantah penangkapan dua Purnawirawan TNI, Mayor Jenderal Kivlan Zein dan Brigadir Jenderal Adityawarman atas tuduhan makar, telah menimbulkan kemarahan di dalam internal TNI.

“Penangkapan dilakukan dengan unsur POM dari Kodam Jaya dan kami sudah melapor Pak Kapolri,  demikian juga ke Pak Pangdam Jaya sudah melapor kepada Panglima TNI,” kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, di kantornya, Selasa, 6 Desember 2016.

Iriawan mengatakan Kamis malam, 1 Desember 2016, Polri bersama Pangdam dan beberapa pejabat Kodam menggelar rapat membahas hasil informasi intelijen terkait dugaan makar. Dari hasil rapat itulah, diambil keputusan menangkap sejumlah orang, termasuk dua Purnawirawan TNI itu.

Penangkapan terhadap Adityawarman dan Kivlan Zein, kata Iriawan, berdasar pada bukti permulaan yang dinilai cukup. Meskipun begitu, ia menolak merincikan apa bukti dasar yang ia maskud.

“Kemudian mungkin ditanya kenapa (Kivlan dan Adityawarman) tidak ditahan, yang pertama karena beliau kooperatif. Sejak awal kami masuk ke rumah beliau sudah kooperatif,” kata Iriawan.

Klarifikasi dari Iriawan ini, menaggapi munculnya kabar adanya protes dari sejumlah petinggi TNI, terkait penangkapan Kivlan dan Adityawarman. Kabar itu muncul dalam sebuah akun TV di Youtube bernama Dragon TV. Iriawan mengatakan akun tersebut bukan resmi sebuah TV dan tidak jelas keberadannya.

“Sedang kami cari (pembuatnya). Oleh sebab itu saya minta kembali kepada khalayak ramai jangan coba coba melanggar UU ITE karena akan kami cari untuk dimintai pertanggungjawaban,” kata dia.

Pandam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksamana yang ikut mendampingi Iriawan, menegaskan komitmen TNI dalam bekerja sama dengan Polri.

“Keputusan rapat itu adalah tugas yang sudah dianalisis dengan baik, maka perlu dilakukan diamankan beberapa orang ini dan pemeriksaannya dilakukan oleh polri,” kata Teddy. [Tempo]