Home / ACEH / Bendera Bintang Bulan Dikibarkan pada Milad GAM, Kapolda Aceh Angkat Bicara

Bendera Bintang Bulan Dikibarkan pada Milad GAM, Kapolda Aceh Angkat Bicara

Petugas gabungan dari TNI/Polri di Aceh Utara menurunkan sejumlah bendera Bintang Bulan, Minggu 4 Desember 2016. (Foto: Humas Polres Aceh Utara)

Petugas gabungan dari TNI/Polri di Aceh Utara menurunkan sejumlah bendera Bintang Bulan, Minggu 4 Desember 2016. (Foto: Humas Polres Aceh Utara)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-40 yang jatuh pada hari Minggu, 4 Desember 2016 di Provinsi Aceh, diwarnai pengibaran bendera bintang bulan secara sembunyi-sembunyi yang dilakukan oleh sekelompok warga tertentu.

Hal tersebut ditegaskan Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak, melalui Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan, SH, MH.

Dikatakan, bendera bulan bintang merupakan bendera yang secara aturan undang-undang belum diresmikan oleh Pemerintah Pusat.

(Baca: Bawa Bendera GAM, 5 Pendaki Gunung di Bener Meriah Diamankan)

“Untuk itu, siapa saja warga Aceh yang mengibarkan bendera bintang bulan di seluruh wilayah Aceh, maka dianggap melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi hukum yang berlaku di NKRI,” tegas Kabid Humas Goenawan seperti dilansir Tribata pada Senin, 5 Desember 2016.

Sementara itu, motif pengibaran bendera bintang bulan hanya euforia semata dan pelaku pengibaran bendera masih dalam penyelidikan Polda Aceh.

“Ya memang ada sekelompok warga tertentu yang mengibarkan bendera, di kawasan hutan terpencil, jauh dari pemukiman warga, dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan siapa pelakunya,” jelas dia di ruang kerjanya.

(Baca: Fakhrul Razi Jemput Lima Pemuda Pengibar Bintang Bulan di Bener Meriah)

Meski ada pengibaran bendera, situasi di Aceh aman kondusif secara keseluruhan. Aktivitas masyarakat pun berlangsung normal.

Pengibaran bendera bintang bulan oleh sekelompok orang tertentu itu bertentangan dengan instruksi dan perintah dari pucuk pimpinan KPA dan PA sebagaimana telah disampaikan bahwa warga Aceh dilarang mengibarkan bendera bulan bintang.

(Baca: Fakhrul Razi Apresiasi Lima Pemuda Pengibar Bulan Bintang di Bener Meriah)

Milad GAM ke-40 diinstruksikan untuk menggelar doa dan dzikir serta menyantuni anak yatim, namun beberapa kelompok warga tertentu tidak mematuhi instruksi tersebut.

Dalam hal ini, Polda Aceh dalam menyikapi pengibaran bendera bulan bintang tersebut dilakukan secara persuasif dan bijak, mengingat itu bukan instruksi dari pucuk pimpinan KPA dan PA.

Sebelumnya, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. H. Rio S Djambak melalui Kabid telah menghimbau agar dalam memperingati Milad GAM ke-40 masyarakat tidak mengibarkan bendera bermotif bulan dan bintang sebelum adanya keputusan resmi dari Pemerintah Pusat di Jakarta.[]

(Baca: Catatan Refleksi 4 Desember untuk Para Pejuang)