Home / ACEH / Mengapa Mualem Harus Jadi Gubernur Aceh?

Mengapa Mualem Harus Jadi Gubernur Aceh?

img-20161122-wa0013

KLIKKABAR.COM, ACEH BARAT – Dalam rangka mengunjungi Masyarakat Kecamatan Krueng Sabe Kabupaten Aceh Jaya yang masih mengungsi di tenda akibat banjir yang melanda kabupaten tersebut beberapa minggu lalu, Senator Aceh Fachrul Razi, M.I.P juga menyempatkan bersilaturrahmi dengan masyarakat Aceh Barat di kediaman H. Tjut Agam mantan ketua DPRK Aceh Barat di Kecamatan Kaway XVI.

Fachrul Razi disambut ribuan massa Pendukung Ramli, MS-Banta Puteh pasangan kandidat Calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Barat pada Pilkada 2017 yang akan datang. Minggu 20 November 2016.

Dalam silaturrahmi tersebut Fachrul Razi menyampaikan beberapa hal menyangkut keberhasilan dan terobosan yang telah dicapainya selama terpilih dan menjadi pimpinan Komite I DPD RI.

Selain persoalan Perpres dan PP turunan UUPA yang telah ditanda tangani presiden. Juga persoalan Dana Desa yang tahun depan akan ada penambahan sebesar Rp. 1,4 Milyar Tahun 2019, sehingga masing-masing gampong tahun ini akan mendapatkan Rp. 800 Juta.

Pemekaran Kota Meulaboh yang diinginkan oleh masyarakat Aceh Barat merupakan salah satu terobosannya saat ini. “Ada 4 kabupaten / kota di Aceh yang kita prioritaskan dilakukan pemekaran, dan ini tugas saya selaku ketua Timja Pemekaran wilayah Barat” ungkap Fachrul Razi yang disambut tepuk tangan Masyarakat yang hadir.

Fachrul Razi juga menjelaskan kenapa masyarakat Aceh Barat harus memenangkan pasangan Ramli, MS-Banta Puteh sebagai bupati dan wakil bupati Aceh Barat dan Pasangan Mualem – TA. Khalid sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2017-2022.

Hal ini menurutnya, dikarenakan pasangan bupati dan pasangan Gubernur yang diusung oleh Partai Aceh ini didukung oleh ulama-ulama Aceh dengan menjaga Ahlussunah Waljamaah yang bermahzab Syafi’i.

Pasangan ini menurutnya juga mendorong perekonomian Islam dan bukan perekonomian kapitalis atau liberal. Kedua pasangan tersebut memiliki kepribadian yang sangat dekat masyarakat.

Di akhir sambutannya, Fachrul Razi meminta untuk tidak terpancing pada propaganda-propaganda yang dapat merusak kedamaian di Aceh.

“Kita berharap gubernur yang terpilih nanti, benar-benar bisa membuat Aceh sejahtera dan mampu menyelesaikan butir-butir perjanjian pemerintah RI -GAM yang tertuang di dalam MoU Helsinky dan UUPA” ungkap Fachrul Razi sambil mengacungkan jari 5 dan 2 sebagai lambang dukungan terhadap pasangan Mualem dan H. Ramli.