Home / BERITA TERBARU / Presiden Turki Peringatkan NATO untuk Tidak Memeri Suaka Tentara Kudeta

Presiden Turki Peringatkan NATO untuk Tidak Memeri Suaka Tentara Kudeta

Rakyat Turki menghadang militer yang melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan Erdogan. (Twitter)

Rakyat Turki menghadang militer yang melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan Erdogan. (Twitter) 

KLIKKABAR.COM, TURKI – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memperingatkan negara-negara NATO untuk tidak memberikan suaka kepada para tentara yang diduga terlibat upaya kudeta 15 Juli lalu. Peringatan Erdogan muncul setelah puluhan tentara Turki yang bertugas di pangkalan NATO di Eropa mencari suaka.

”Bagaimana bisa seorang teroris, seorang tentara teroris, seorang prajurit yang telah terlibat dalam merencanakan kudeta, dipekerjakan di NATO?,” kata Erdogan, seperti dikutip surat kabar Milliyet, semalam 20 November 2016.

”NATO tidak bisa menghibur (dengan) menerima permintaan suaka dari jenis ini. Mereka yang bersangkutan dituduh (terlibat) teror,” ujar Erdogan. Menurutnya, pemerintah Turki menuntut ekstradisi para personel militer tersebut.

Pada hari Jumat pekan lalu, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan bahwa sejumlah petugas militer Turki yang ditugaskan di negara-negara NATO di Eropa mengajukan permintaan suaka. Menurutnya, para petugas militer itu khawatir jadi target tindakan keras yang diluncurkan oleh otoritas Turki menyusul kudeta yang digagalkan.

Stoltenberg menambahkan bahwa permintaan suaka para perwira militer Turki akan diproses oleh anggota NATO yang bersangkutan secara independen. Dia menegaskan bahwa NATO tidak akan mengganggu proses ini.

”Kami akan salah jika kami mulai masuk ke jenis masalah hukum, itu untuk sistem peradilan dari negara-negara yang bersangkutan,” ujarnya.

Baik Stoltenberg, maupun Erdogan tidak mengungkapkan jumlah pasti petugas militer Turki yang mencari suaka di negara-negara NATO di Eropa.

Pada saat yang sama, media Jerman, Deutsche Welle, melaporkan pada pekan lalu bahwa hampir 60 warga Turki yang memegang paspor diplomatik mengajukan permintaan suaka di Jerman. Permintaan suaka diajukan setelah mereka menerima perintah untuk kembali ke Turki. Sebagian pemohon suaka adalah personil militer Turki yang bekerja di pangkalan NATO di Eropa. [Sindonews]