Home / ACEH / Satu Ekor Gajah Betina Ditemukan Mati di Pedalaman Aceh Timur

Satu Ekor Gajah Betina Ditemukan Mati di Pedalaman Aceh Timur

Foto : Penemuan gajah mati di pedalaman Aceh Timur beberapa waktu lalu. (Zamzami Ali/Klikkabar).

Foto : Penemuan gajah mati di pedalaman Aceh Timur beberapa waktu lalu. (Zamzami Ali/Klikkabar).

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Satu ekor gajah kembali ditemukan mati di Aceh Timur. Gajah tersebut ditemukan tergeletak di areal kebun sawit di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kamis, 17 November 2016 sekira pukul 17.00 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun Klikkabar.com, gajah dengan jenis kelamin betina yabg diperkirakan berusia 5 sampai dengan 6 tahun itu pertama kali ditemukan oleh warga setempat dengan kondisi perut yang mengembung dan mulut serta kemaluan mengeluarkan busa dan lendir.

Untuk sementara ini, belum diketahui penyebab kematian gajah tersebut. Kini, masyarakat setempat masih menjaga lokasi penemuan bangkai gajah sembari menunggu pihak yang berwajib tiba di lokasi.

“Gajah ini diperkirakan sudah mati sekitar dua hari yang lalu dan kemungkinan besar penyebab kematiannya karena memakan racun. Di tubuh gajah tidak ada bekas luka atau jeratan,” kata salah seorang warga di lokasi, Jum’at, 18 November 2016.

Sekedar diketahui, gajah Sumatera sejatinya merupakan sub spesies dari Gajah Asia yang habitatnya cuma ada di pulau Sumatera. Gajah ini mempunyai postur lebih kecil daripada sub spesies Gajah India. Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam kelangsungan hidupnya. Gajah diburu dan dibunuh oleh manusia, terutama untuk diambil gadingnya, dan kebanyakan kasus yang ditemukan gajah tersebut dibunuh dengan cara diracuni.

Sebagian besar habitat gajah pun telah hilang dan berganti menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif. Hal ini mengakibatkan konflik gajah dengan manusia terus menerus terjadi dan seolah tidak pernah berhenti. Entah seperti apa nasib mamalia terbesar di dunia ini di masa yang akan datang.

REPORTER : ZAMZAMI ALI