Home / BERITA TERBARU / Setelah Ahok, Kini Desmond Politikus Gerindra Dilaporkan Terkait Penistaan Agama

Setelah Ahok, Kini Desmond Politikus Gerindra Dilaporkan Terkait Penistaan Agama

images-17

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Desmond J Mahesa dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Nasional 98. Politikus Partai Gerindra itu diduga telah melakukan penistaan Agama.

Koodinator Aliansi Nasional 98, Bambang Sri Pujo mengaku ucapan Desmond diduga masuk dalam unsur tindak pidana saat menyampaikan pernyataan di salah satu televisi swasta. Bahkan, dia menganggap ucapan Desmond lebih berbahaya ketimbang ucapan kontroversial Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penistaan Agama.

“Setelah dianalisa secara hukum bahwa pernyataan Desmond J Mahesa ini lebih berbahaya, kami anggap, dari pernyataan Pak Ahok karena ada dua unsur agama yang disinggung. Nanti kalau mau lihat tepatnya di I News sekitar menit ke 15-17 itu ngeri sekali,” kata Bambang di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (16/11).

Dalam laporan tersebut, pihaknya juga menyertakan beberapa barang bukti berupa rekaman video dan foto kopi pemberitaan di media online. Laporannya telah diterima pihak Kepolisian dengan nomor LP/1146/XI/2016/Bareskrim tanggal 16 November 2016.

Atas laporan tersebut, Desmond diduga melanggar Pasal 156 a KUHP Juncto Pasal 28, ayat 2, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam tayangan salah satu stasiun televisi swasta, Desmond menyindir Ahok yang ingin mendatangkan ahli agama dari Mesir dalam gelar perkara kasus dugaan penistaan agama. Desmond menyatakan, Ahok lebih baik membangkitkan Nabi Muhammad ketimbang mendatangkan ahli dari Mesir.

Dia menegaskan jika kata-kata yang disampaikan Desmond tersebut dianggap berbahaya.

“Menurut kami, itu sangat bertentangan dengan pasal 156 a sehingga kami masyarakat enggak nyaman,” jelasnya.

Bambang menilai Desmond mengucapkan kata-kata tersebut secara sadar. Bahkan menurutnya atas ucapan itu, Desmond dianggap melanggar hasil keputusan Rapat Kerja Nasional MUI 2007 lalu.

“Kami anggap ini sebuah kesengajaan. Lalu kami anggap dari hasil Rakernas MUI ini dari poin 1 sampai 10 ada sekitar 8 poin yang dilanggar terlapor. Jadi sangat ngeri sekali,” tandasnya. (Merdeka)