Home / ACEH / Begini Cara KKR dalam Bekerja Ungkap Pelanggaran HAM di Aceh

Begini Cara KKR dalam Bekerja Ungkap Pelanggaran HAM di Aceh

Ketua komisioner KKR Aceh, Afridal Darmi saat diwawancarai wartawan di Gedung Utama DPR Aceh, Senin, 10 Oktober 2016. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

Ketua komisioner KKR Aceh, Afridal Darmi saat diwawancarai wartawan di Gedung Utama DPR Aceh, Senin, 10 Oktober 2016. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua komisioner Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, Afridal Darmi mengatakan, sebelum bekerja mengungkapkan kebenaran dan pelanggaran HAM yang terjadi pada masa konflik Aceh, KKR akan terlebih lalu melakukan sosialisasi selama beberapa bulan kepada masyarakat terkait KKR itu sendiri.

Hal tersebut dikatakan Afridar kepada wartawan usai dilakukan pengesahan terhadap tujuh anggota KKR oleh DPR Aceh di Gedung Utama DPR Aceh, Banda Aceh, Senin, 10 Oktober 2016.

“Pertama kita akan melakukan sosialisasi apa itu KKR kepada masyarakat supaya masyarakat lebih mengenal,” kata Afridal.

Menurut Afridal, sosialisasi tersebut sangat penting agar anggota KKR dalam bekerja mengungkapkan kebenaran dan pelanggaran HAM mendapatkan bantuan dari masyarakat.

(Baca: DPRA Sahkan Tujuh Komisioner KKR yang Akan Ungkap Pelanggaran HAM di Aceh)

“Kita akan beri tahu pada masyarakat atau korban apa itu mencari kebenaran, apa itu rehabilitasi, apa itu rekonsiliasi dan sebagainya, sehingga KKR tidak hanya dari pihak-pihak yang mengambil keputusan tetapi ada bantuan dari korban sendiri, jika korban tidak mengerti apa manfaat KKR ini dan apa yang bisa mereka harapkan ini tidak mudah dalam kita bekerja,” jelas Afridal.

Kemudian, lanjut Dia, setelah tahap sosialisasi dilakukan, pihaknya akan menentukan wilayah-wilayah mana saja yang menjadi target utama dalam mengungkapkan kasus. “Kita akan tentukan nanti wilayah-wilayah mana saja yang akan diberi perhatian dan kasus apa yang kita utamakan terlebih dahulu,” pungkasnya.[]

REPORTER: MUHAMMAD FADHIL