Home / ACEH / Tiga Ekor Gajah Jinak Halau Kawanan Gajah Liar di Pedalaman Aceh Timur

Tiga Ekor Gajah Jinak Halau Kawanan Gajah Liar di Pedalaman Aceh Timur

Patroli gajah jinak untuk mengahalau dan mengusir kawanan gajah liar di pedalaman Aceh Timur, Minggu, 9 Oktober 2016. (Zamzami Ali/Klikkabar).

Patroli gajah jinak untuk mengahalau dan mengusir kawanan gajah liar di pedalaman Aceh Timur, Minggu, 9 Oktober 2016. (Zamzami Ali/Klikkabar).

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Tiga gajah jantan jinak dikerahkan untuk mengatasi konflik gajah di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu, 9 Oktober 2016.

Ketiga gajah jantan jinak tersebut yakni, Bunta dan Lilik dari Conservation Respons Unit (CRU) Serbajadi serta Midok, yang diturunkan langsung dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Sare, Aceh Besar. Ketiganya dikerahkan untuk mengusir dan menghalau kawanan gajah liar yang kerap memasuki pemukiman penduduk di kawasan setempat.

Kepala Seksi Wilayah 1 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Dedi Irvansyah, kepada Klikkabar.com di lokasi mengatakan bahwa, upaya penggiringan ini dilakukan untuk meminimalisir gangguan gajah yang kerap terjadi di kawasan tersebut dan telah berlangsung sejak puluhan tahun silam.

“Usaha penggiringan ini kita lakukan sebagai respon dan reaksi terhadap tuntutan masyarakat yang selama ini menjadi korban akibat konflik gajah yang berkepanjangan,” kata Dedi Irvansyah di sela-sela penggiringan gajah liar.

Sementara itu, saat disinggung mengenai upaya pencegahan konflik gajah yang selama ini oleh sebagian kalangan dinilai lamban, Dedi Irvansyah menampik hal tersebut seraya menjelaskan bahwa konflik gajah dan manusia bukanlah hal baru dan tidak mudah untuk diatasi. Menurutnya, dibutuhkan waktu, kerjasama dan dukungan dari semua pihak agar mamalia terbesar di dunia itu kembali bisa hidup berdampingan dengan masyarakat.

“Kita telah menempatkan empat ekor gajah jinak di CRU Serbajadi, Pemkab Aceh Timur juga sedang mengerjakan pembuatan barrier (pembatas) agar gajah tidak lagi memasuki pemukiman, kita berharap agar warga bisa bersabar,” pinta Dedi Irvansyah.

Usaha penggiringan kawanan gajah liar yang direncanakan akan berlangsung selama sepekan penuh itu, dilakukan oleh BKSDA Aceh dengan dibantu oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh Timur, Forum Konservasi Leuser (FKL), Wildlife Conservation Society (WCS) dan perwakilan dari Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KRPH Peunaron serta sejumlah pawang gajah (Mahout) dari CRU Serbajadi, Aceh Timur.[]

REPORTER : ZAMZAMI ALI