Home / ACEH / Nurdin Halid: Golkar Tetap Usung Calon Gubernur Sendiri di Pilkada Aceh

Nurdin Halid: Golkar Tetap Usung Calon Gubernur Sendiri di Pilkada Aceh

Foto: (Tengah) Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Nurdin Halid. (Muzakir MK/Klikkabar)

Foto: (Tengah) Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Nurdin Halid. (Muzakir MK/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Nurdin Halid menyatakan bahwa sampai saat ini Golkar belum memutuskan dukungan kepada pasangan bakal calon Gubernur Aceh manapun, tapi Golkar akan tetap mencari celah untuk bisa mengusung Calon Gubernur sendiri di pilkada 2017 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Nurdin Halid kepada wartawan usai menghadiri acara Silaturrahmi dan Pertemuan TIM Pilkada DPP Partai Golkar dengan Jajaran Partai Golkar Aceh di Hotel Makkah, Banda Aceh, pada Rabu 24 Agustus 2016.

“Belum ada keputusan untuk Pilkada Aceh. Kita akan berusaha untuk mengusung paket sendiri, setidaknya sebagai wakil,” ujar Nurdin Halid.

Ia mengatakan, saat ini DPP Golkar masih memprioritaskan Calon Gubernur sendiri. Katanya, bila memang nanti tidak bisa mempertahankan posisi Calo Gubernur Aceh dari kader sendiri, tapi minimal setidaknya posisi wakil harus didapatkan.

Saat ditanya akan berkoalisi dengan partai apa jika ingin mengusung kader sendiri, Nurdi Halid, secara politis mengatakan bahwa itu mungkin saja akan terjadi.

“Ini kan persoalan politik, politik itu relatif, tidak ada yang tidak mungkin. Intinya Golkar akan berusaha untuk bisa mengusung kader sendiri, setidaknya posisi Calon Wakil Gubernur,” ujar Nurdin Halid.

“Tunggu saja hasilnya, Insya Allah tanggal 31 ini akan ada keputusannya dan pastinya akan diumumkan,” sebutnya.

Untuk sekedar diketahui, saat ini koalisi partai politik telah melahirkan tiga Balon kandidat Gubernur Aceh, yaitu Muzakir Manaf-TA Khalid yang diusung Partai Aceh, Gerindra, PAN dan PKS dan PBB (kemungkinan besar akan ikut mengusung Mualem-TA Khalid).

Kemudian paket Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang diusung oleh Partai Demokrat, PNA PDA dan PKB. Sedangkan yang terakhir adalah pasangan Tarmizi Karim-Zaini Djalil yang diusung Partai NasDem, PPP dan PKPI.

Bila mengacu pada partai yang punya kursi di DPR Aceh, Partai Golkar dipastikan hanya tinggal seorang diri alias tidak bisa mengusung karena hanya memiliki sembilan kursi, minus empat kursi.

Artinya, bila nantinya Partai Golkar akan mengusung paketnya sendiri, otomatis akan ada partai yang lari dari koalisi tiga Balon Gubernur Aceh yang disebutkan di atas. []

Apa Komentar Anda?

komentar