Home / ACEH / Berburu Kuliner Khas Aceh ke Pasar Olahan Lambung

Berburu Kuliner Khas Aceh ke Pasar Olahan Lambung

IMG_0626

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pasar Olahan milik Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Banda Aceh saat ini telah dimanfaatkan oleh Ibu-ibu Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh sebagai lokasi memasarkan hasil kerajinan tangan berupa aneka makanan dan kue khas Aceh.

Kepala DKPP Kota Banda Aceh, T Iwan Kesuma, Minggu, 14 Agustus 2016 menyampaikan pihaknya menyambut baik kreativitas ibu-ibu dari Balee Inong Gampong Lambung yang telah mampu memproduksi aneka makanan khas Aceh. Menurut Iwan, karya dari sedikitnya 30 ibu-ibu di Gampong Lambung yang memproduksi aneka kuliner khas Aceh tersebut.

Ada beberaa jenis makanan khas Aceh yang telah diproduksi, seperti kue khas Aceh serta aneka makanan dari ikan dan hewan ternak.

“Ada makanan kuah tiram, produk dari rumput laut, dendeng sapi, pepes tiram, keumamah khas Lambung, kerupuk kulit naget, dan aneka makanan lainnya. Kami lihat sangat khas sekali dan perlu didukung,” ujar Iwan.

Kata Iwan, melihat usaha para Ibu-ibu tersebut pihaknya berinisiatif memberikan izin pasar olahan yang ada di Gampong Lambhung dijadikan lokasi untuk menjual produk-produk tersebut.

“Produk-produk mereka telah mulai dipasarkan pada 1 Agustus lalu, kita berikan fasilitas pasar ini untuk lokasi mereka memperkenalkan dan menjual produk-produk hingga dikenal dan diminati konsumen secara luas,” ungkap Iwan.

Kata Iwan, pada hari pertama perkenalan produk di pasar tersebut, hadir sejumlah unsur SKPD pendukung, seperti PPKB, Disperindagkop, Disbudpar, BPM, DK3 dan Satpol PP. Hafir juga unsur pimpinan Bank Indonesia (BI) Handoko.

Lanjut Iwan, setiap konsumen baik yang ingin menikmati produk khas Aceh tersebut bisa datang langsung ke Pasar Olahan Ganpong Lambhung yang setiap hari buka dari pukul 14.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Harap Pemko Bantu Promosi

Sementara itu, Keuchik Gampong Lambung, Zaidi M Adan berharap Pemerintah Kota Banda Aceh, baik eksekutif maupun legislatif ikut membantu mempromosikan produk-produk unggulan karya Ibu-ibu tersebut karena hingga saat ini pasar olahan tersebut masih sepi pembeli.

“Kita berharap ada jadwal tertentu yang diatur untuk mengunjungi pasar ini dan ikut berbelanja sehingga para pengrajin memiliki semangat untuk terus memproduksi aneka makanan khas Aceh ini. Dari SKPD misalnya, apakah seminggu sekali berbelanja disini,” harap Zaidi yang menginginkan seluruh anggota DPRK juga turun ke Lambung, meninjau dan ikut berbelanja juga.

Zaidi juga berharap, Kota Banda Aceh yang sering menyelenggarakan event berskala Nasional dapat mengarahkan para tamu ke Lambung. Begita juga dengan wisatawan, apakah wisatawan lokal maupun internasional juga diharapkan dapat diarahkan berbelanja di pasar tersebut.

Menurut Zaidi, dengan gencarnya promosi maka akan mendorong pasar tersebut lebih maju dan dikenal banyak konsumen.

Lanjutnya, pasar olahan ini juga dinilai sesuatu hal yang sangat positif untuk meningkatkan daya saing produk unggulan Kota Banda Aceh memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sementara Ibu-ibu Balee Inong Gampong Lambung berharap pasar tesebut dapat di launching oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal agar lebih dikenal dan mendatangkan banyak konsumen.**