Home / ACEH / Gubernur: Kelola Gas di Aceh Timur, Medco Harus Pakai Tenaga Kerja Lokal

Gubernur: Kelola Gas di Aceh Timur, Medco Harus Pakai Tenaga Kerja Lokal

4b215890-3142-4521-acdf-2d543ca98639

Gubernur Aceh Zaini Abdullah menerima Kunjungan Direksi PT.Medco E&P Indonesia Dan PT Medco E&P Malaka di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Selasa 31 Mei 2016. (Humas Setda Aceh/Saiful Azmi)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Zaini Abdullah meminta PT Medco Energi Internasional sebagai pengelola Lapangan Gas Blok A di Aceh Timur memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menghindari terjadinya kecemburuan sosial di wilayah operasional perusahaan tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Zaini saat menerima kunjungan pimpinan perusahaan yang dihadiri oleh Direktur/Chief Operating Officer (COO), Ronald Gunawan dan Direktur/Chief Human Capital & Business Support Officer (CHCO), Amri Siahaan di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Selasa 31 Mei 2016.

“Penyerapan tenaga kerja lokal penting untuk diperhatikan mengingat masih tingginya angka pengangguran akibat dari sisa konflik yang berkepanjangan dan bencana alam yang terjadi di Aceh,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur Zaini, dengan memberdayakan tenaga kerja lokal, konflik sosial antara masyarakat dan perusahaan dapat dihindari sekaligus memberikan dampak lansung terhadap peningkatan perekonomian rakyat.

“Kita tidak mau pengalaman seperti sebelumnya terjadi dimana masyarakat setempat dianaktirikan. Seperti kata pepatah, “Buya krueng teudong-dong, buya tamong meuraseuki”,” ujarnya.

Gubernur berharap agar masyarakat sekitar tidak menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif dan berkerjasama dalam meraih hasil dari proyek pengeboran gas tersebut demi kemajuan dan kemakmuran Aceh.

Sementara itu Chief Operating Officer (COO), Ronald Gunawan, dalam kunjungan tersebut mengatakan, proyek pengembangan lapangan gas Blok A saat ini berjalan lancar sesuai dengan jadwal dan diharapkan dapat mulai beroperasi pada awal 2018.

“Untuk urusan pembebasan lahan 88 persen, atau sebanyak 154 hektar telah selesai. Kita sekarang sedang dalam proses pengambil-alihan saham Japex sebelum dapat berproduksi sepenuhnya pada 2018,” kata Ronald.

Sebagai bagian dari program tanggungjawab sosial, Ronald menjelaskan pihaknya telah mnyerahkan bangunan gedung RSUD dr Zubir Mahmud kepada pemerintah setempat yang dibangun menggunakan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) sebesar Rp 75 miliar.

Ronald menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan rekrutmen untuk Program Pelatihan Teknisi bagi putra putri Aceh sebagai tenaga operator dan teknisi yang terampil.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh memberikan apresiasi yang mendalam kepada PT Medco atas keterlibatannya dalam memajukan industri gas dan perminyakan di Aceh.

“Mudah-mudahan semua dapat berkembang, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menggenjot perekonomian Aceh melalui industri ini,” pungkas Gubernur.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh Iskandar Zulkarnain, Kepala Biro Humas Setda Aceh Frans Dellian, serta beberapa kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait.**