Home / ACEH / Dinilai Lemah, Mahasiswa Serahkan Exstra Joss untuk Pemerintah Aceh

Dinilai Lemah, Mahasiswa Serahkan Exstra Joss untuk Pemerintah Aceh

mahasiswa

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekes Aceh melakukan demontrasi di kantor Gubernur Aceh, Jum’at 20 Mei 2016. (Baca :¬†Kritisi Kinerja Pemerintah, Mahasiswa Serbu Kantor Gubernur Aceh)

Mereka mendesak Gubernur Aceh, SKPA dan SKPD untuk tidak ongkang-ongkangan kaki saja di kantor. Mereka menilai Gubernur Aceh hari ni belum mampu membawa perubahan selama 4 tahun sudah memimpin Aceh.

Mahasiswa mencoba menjumpai Doto Zaini, namun Doto Zaini sedang tidak ada ditempat sehingga diwakilkan oleh Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah, Ramli Daud.

“Doto Zaini turun, apabila tidak bisa memimpin Aceh,” teriak salah satu mahasiswa.

Dalam aksi itu, mahasiswa juga menyerahkan sebotol minuman exstra jos kepada Gubernur Aceh yang diterima oleh Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah, Ramli Daud.

Minuman tersebut diserahkan untuk menguatkan Doto Zaini dalam memimpin Aceh. Mereka menilai selama 4 tahun ini belum ada perubaha apa-apa terhadap pembangunan Aceh.

“Sudah 4 tahun Doto Zaini memimpin tapi apa perubahan untuk Aceh? makanya kita hari ini menyerahkan obat kuat kepada pemerintah Aceh terutama Doto Zaini supaya kuat dalam membawa perubahan terhadap Aceh,” teriak mahasiswa lainnya seraya menyerahkan satu botol exstra jos kepada Ramli Daud.

739b12c7-3529-4c99-af0a-4cc31a8dd1e1

Selain itu, mahasiswa juga sangat menyesalkan pemimpin Aceh saat ini yang telah pisah ranjang. Menurut mereka, tidak akan bisa membangun sebuah daerah jika tidak bersatu.

“Gubernur kita, pemimpin kita hari ini sudah pisah ranjang, mereka sudah bercerai, ini yang sangat kita sayangkan,” teriak mahasiswa lainnya.

Aksi yang berlangsung selama satu jam itu berjalan tertib. Puluhan anggota Satpol PP Banda Aceh dan beberapa anggota Polresta Banda Aceh nampak mengawal ketat jalannya aksi.

REPORTER: MUHAMMAD FADHIL