Home / ACEH / “Hanakaru Hokapeng..??”

“Hanakaru Hokapeng..??”

hanakaru hokapeng 2

 

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Miris… Itulah satu kata yang pantas untuk menggambarkan kondisi pendidikan di Aceh saat ini. Mengapa tidak, ternyata di Aceh masih banyak gedung sekolah yang tidak layak untuk ditempati.

Baru-baru ini, ditemukan gedung Madrasah Tsnawiyah Swasta (MTs S Alue Ie Mudek) Sawang hanya memiliki empat ruang kelas. Masing-masing dua ruang kelas dibangun dengan papan lapuk dan tidak layak ditempati.

Hal itu tentunya sangatlah ironis dengan anggaran yang ada di Aceh saat ini. Bayangkan saja, untuk tahun 2016 saja APBA Aceh mencapai Rp 12,874 Triliun, sedangkan di tahun sebelumnya juga tidak jauh berbeda, yakni Rp 12,749 Triliun.

Jumlah tersebut belum ditambah dengan anggaran-anggaran lainnya, seperti dana APBN yang diterima oleh Aceh. Untuk tahun 2016 saja, Aceh menerima Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 47,1 triliun, sedangkan pada tahun 2015 senilai Rp 43 triliun.

FANTASTIS memang.. Namun angka-angka tersebut tidak mampu membuat satu sekolah di Sawang. Padahal pendidikan merupakan prioritas dalam pembangunan.

Publik bertanya-bertanya, apa yang terjadi di Aceh saat ini? Padahal Aceh dikenal dengan para tokoh dan pemimpinnya yang handal.

Ataukan Aceh saat ini terlalu sibuk dengan politik? Apalagi menjelang Pilkada, sehingga sektor pendidikan dilupakan.

Tidak hanya di sektor pendidikan, hampir di berbagai sektor Aceh seakan semakin terpuruk. Tahun 2016 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Laporan Sosial Ekonomi bahwa jumlah penduduk miskin di Aceh saat ini mencapai 859,41 ribu orang atau 17,11%.

Aceh menempati urutan ke-2 termiskin di Sumatera setelah Bengkulu dan peringkat ke-7 termiskin di Indonesia.

Aceh tidak bisa bangkit jika hanya fokus pada politik saja, politik perpecahan di Aceh telah berakibat pada stagnannya pembangunan di Aceh. Alhasil masyarakatlah yang dirugikan..

Jika mantan gubernur Aceh menamakan pesawatnya dengan nama Hanakaru Hokagata, maka “Hanakaru Hokapeng” juga bisa dinobatkan untuk kondisi Aceh saat ini.