Home / ACEH / Fazlun Hasan, Calon Walikota dengan “Sembilan Program Langsa Gemilang”

Fazlun Hasan, Calon Walikota dengan “Sembilan Program Langsa Gemilang”

Foto: Fazlun Hasan, calon Walikota Langsa periode 2017-2022.

Foto: Fazlun Hasan, calon Walikota Langsa periode 2017-2022.

KLIKKABAR.COM, LANGSA – Fazlun Hasan, salah satu tokoh Aceh yang disegani oleh Jakarta dimasa konflik dulu dengan pergerakan memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat Aceh lewat lembaga Forum Perjuangan Keadilan Rakyat Aceh (FOPKRA), kini telah menyatakan tekad bulat untuk maju sebagai calon Walikota Langsa Periode 2017-2022.

Fazlun Hasan yang akan maju lewat jalur partai politik pada pilkada 2017 mendatang terus memantapkan persiapan pencalonannya. baru-baru ini, pada Minggu malam 01 Mei 2016, ia menggelar silaturrahmi akbar dengan hampir seribuan masyarakat dikediamannya yang terdiri dari timses, relawan, simpatisan dan warga kota Langsa.

“Alhamdulillah antusiaisme masyarakat kota Langsa saat ini terhadap pencalonan kita sangat tinggi. Ini menjadi spirit bagi saya dan tim untuk terus bekerja demi meraih kemenangan pada pilkada mendatang,” ujar Fazlun Hasan kepada Klikkabar.com, Selasa 03 Mei 2016.

Memang tidaklah mengherankan bila saat ini nama Fazlun Hasan terus melejit dikalangan masyarakat Aceh khususnya warga kota Langsa. Pasca pemilu 2014 dengan turut mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI periode 2014-2019, kini popularitas Fazlun Hasan terus menanjak bahkan ia sudah siap bertarung untuk memperebutkan posisi Walikota Langsa pada pilkada 2017 mendatang demi mewujudkan Kota Langsa yang sejahtera, maju dan islami.

Siapa Sebenarnya Fazlun Hasan?

Sosok bernama lengkap Fazlun Hasan ini lahir di Desa Gampong Mutia, Jln.Malikul Saleh No.4 Kota Langsa pada 04 April 1964 silam. Ia dikenal luas sebagai sosok yang berani, tegas, cerdas, ramah dan dekat dengan semua kalangan masyarakat Aceh.

Fazlun Hasan merupakan suami dari dr.Marini Sartika Dewi, Msi,.Med,.SpA. Saat ini Fazlun Hasan dikaruniai lima orang anak yaitu; Nya’ Cut Syarifah Putriana, Muhammad Maulana Ashfa, Alfin Shidqi, Asyraf Fazlun dan Nya’ Khaizura Atjwa.

Saat ini Fazlun Hasan tercatat sebagai ketua FOPKRA Aceh. Loyalitasnyanya terhadap Aceh tidak perlu diragukan lagi, meski sudah mapan hidup di Jakarta, ia tetap pulang ke Aceh untuk ikut berperan dalam membangun Aceh yang lebih baik. Kini, putra asli kelahiran Langsa itu ingin berbuat lebih untuk kemajuan kota Langsa dengan mencalonkan diri sebagai walikota periode 2017-2022.

Pada masa konflik Aceh dulu, Fazlun Hasan juga punya peran besar dalam menuntut keadilan dan kesejahteraan Aceh. Lewat Ormas FOPKRA yang resmi berkekuatan hukum pada tahun 1999, ia dengan lantang melawan Pemerintah RI dan menuntut keadilan bagi rakyat Aceh serta mendorong penyelesaian konflik Aceh. Pengaruh Fazlun Hasan lewat FOPKRA di Jakarta kala itu begitu terasa bahkan hingga perdamaian Aceh tercapai, FOPKRA turut mengawal implementasi butir-butir MoU Helsinki dan UUPA.

Peran Fazlun Hasan lewat FOPKRA juga terlihat pada tahun 2012, saat bersama DPRA menggugat Mahkamah Konstitusi (MK) terkait jadwal pelaksanaan Pilkada Aceh. Hasilnya, MK mengabulkan permohonan FOPKRA dan DPRA. Kemuadian MK memerintahkan KIP Aceh untuk membuka kembali pendaftaran calon kepala derah kala itu.

Apa visi dan misinya?

Saat ditanya terkait visi dan misinya maju sebagai calon Walikota Langsa, Fazlun Hasan dengan penuh semangat mengatakan ingin membangun kota Langsa yang lebih baik lagi, maju dan islami lewat “Sembilan Program Langsa Gemilang”.

Lewat “Sembilan Program Langsa Gemilang” ini, Fazlun Hasan ingin menjadikan Kota Langsa sebagai kiblat ekonomi baru bagi Aceh serta ingin menjadikan Langsa sebagai panutan bagi kabupaten/kota lainnya di Aceh.

Berikut diantara “Sembilan Program Langsa Gemilang” yang akan direalisasikan Fazlun Hasan jika terpilih sebagai Walikota Langsa: Pertama, ia akan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat kota Langsa melalui pembenahan ekonomi kerakyatan. Selanjutnya akan mempersatukan elemen sipil di kota Langsa demi memudahkan realisasi setiap program kerakyatan demi terwujudnya kota Langsa yang lebih maju dan sejahtera.

Kemudian akan melakukan reformasi pendidikan dayah yang bertaraf Internasional. Selanjutnya akan menghidupkan kembali meneusah disetiap gampong di kota Langsa sebagai sarana tempat ibadah, sumber informasi serta kegiatan sosial lainya seperti masa-masa kejayaan Aceh dulu.

“Dulu, kekompakan dan ilmu agama masyarakat Aceh juga terbentuk di meunasah. Ini akan kita perjuangkan kembali sehingga kota Langsa bisa kuat secara aqidah dan ekonomi serta persatuan dikalangan masyarakat tetap terbangun,” demikian ungkap Fazlun Hasan. []