Home / ACEH / Senator Asal Aceh: Mahar Politik Racun Bagi Demokrasi

Senator Asal Aceh: Mahar Politik Racun Bagi Demokrasi

ghazali abas

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Senator asal Aceh Ghazali Abbas Adan mengatakan, ihwal permaharan dalam event-event politik di Indonesia termasuk dalam pemilu legislatif juga sudah mewabah.

Bahkan, menurut pemahaman mantan abang Jakarta itu, sebab musabab munculnya nomenklatur dana aspirasi bagi anggota DPR tidak terlepas dari beban yang harus mereka tanggung dari rongrongan sebagian masyarakat.

Disamping itu, kata dia sebagian kelompok masyarakat ada yang mengaku timses dan apalagi timses benaran yang memang bekerja untuk anggota DPR kala ia mencalonkan diri yang menuntut dana ini dan itu sebagai balas budi atas “jasa-jasa” mereka yang telah mengantarkan anggota DPR ke kursi parlemen, jelas Ghazali kepada Klikkabar.com, Minggu 13 Maret 2016.

“Agaknya karena banyak dan panjangnya antrian penuntut dana balas jasa yang harus dipenuhi, sementaraa gaji dan tunjangan resmi tidak mencukupi, sehinga dana aspirasi merupakan alternatif. Konon lagi bagi yang masih menyimpan keingianan untuk naik lagi periode berikutnya,” sambungnya.

“Saya kira sikap sementara masyarakat demikian juga racun bagi demokrasi. Oleh karena itu niscaya kehidupan berdemokrasi di seantero tanah air berkualitas adalah mahar politik dengan modus operandi dan nomenklatur apapun, baik melibatkan parpol maupun masyarakat mutlak harus dihentikan,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan mahar politik itu secara nyata merupakan racun bagi demokrasi, tutup Ghazali.