Home / ACEH / LGBT, Antara Program dan Kelatahan Publik

LGBT, Antara Program dan Kelatahan Publik

say-no-to-lgbt

Oleh: Muhammad Afzal*

KLIKKABAR.COM – LGBT adalah Program yang diciptakan. Yang menciptakan tentunya merasa senang dengan tanggapan yang muncul hari ini. Hampir semua orang sibuk dengan isu LGBT. Mulai dari pemimpin negeri sampai dengan pemimpin organisasi kecil sekalipun.

Tujuan dari penciptaan kaum LGBT adalah untuk merusak tatanan kehidupan bermasyarakat di dunia. Menghilangkan moral pada setiap manusia beragama. Dan menghancurkan etika kehidupan normal. Ada yang menganggap LGBT itu adalah fenomena, penyakit, dan sebagainya.

Jangan heran, kaum demikian sudah pernah ada di bumi, bahkan sudah diceritakan di dalam Al-Quran. Hanya saja kebanyakan manusia tidak peduli. Jika dikatakan LGBT adalah hal baru, itu keliru. Zaman Nabi Luth AS, kaum ini sudah pernah ada. Akhirnya mereka ditimpakan azab oleh Allah SWT dengan menurunkan awan panas, sehingga semua mereka musnah.

Ada pelajaran yang ditinggalkan oleh Allah SWT kepada ummat selanjutnya, dengan diabadikannya kisah mereka dalam Al-Quran. Bukti yang ditinggalkan, mereka menjadi batu dan tertanam dalam tanah, fossil batu yang ditemukan, mereka sedang berhubungan badan dengan sesama jenis.

Pada masa Nabi Luth AS kaum ini sudah ada, jadi bukan hal baru. LGBT sekarang adalah penyakit lama yang dipakaikan pakaian baru. Jauh sebelum LGBT muncul, di Indonesia sendiri juga sudah lama dikenal yang namanya Waria. Sering ditemukan kasus laki-laki normal melampiaskan kebutuhan biologisnya bersama Waria. Bukankah itu bagian LGBT.?

Hendaknya masyarakat kita jangan terlalu latah dengan isu-isu LGBT, karena itu adalah bagian dari propaganda. Semakin kita latah dengan isu demikian, maka semakin kita disibukkan dengan isu, sehingga lupa dan sulit untuk membentengi kaum tersebut. Menolak bukan betarti kaum LGBT hilang atau pergi. LGBT itu bukanlah orang kiriman dari luar. LGBT itu lahir dengan sendirinya di tengah-tengah masyarakat kita. Semua itu karena pengaruh media, itu yang sering kita lupakan.

Kenapa saya katakan LGBT itu program.?
Tahukah anda, bahwa pada beberapa pakaian bermerek yang kita gunakan mengandung zat Nonylphenol Ethoxylates (NPEs). Sepertinya zat tersebut sengaja disusupi oleh pemilik perusahaan pakaian. Hal ini ditemukan oleh lembaga peduli lingkungan greenpeace, setelah dilakukan penelitian pada ikan jantan. Ternyata zat NPEs mampu mengubah sifat jantan menjadi feminim, begitu sebaliknya.

Zat yang ada pada pakaian yang kita kenakan akan masuk melalui pori-pori saat berkeringat, dan zat tersebut akan mengubah fungsi hormon pada manusia. Wajar ketika ada laki-laki cenderung suka sesamanya, dan wanita cenderung suka sesama wanita. Bisa jadi hormon mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Zat ini menganggu sistem tubuh dengan meniru hormon perempuan, mengubah perkembangan seksual, dan memengaruhi sistem reproduksi. Sehingga bila para pria yang menggunakan, maka sedikit banyak mereka tentu akan merasakan bahwa dirinya adalah perempuan karena hormon feminisme mereka bekerja secara aktif.

Parahnya lagi, zat NPEs tersebut sangat banyak ditemukan pada pakaian anak-anak. Ini sesuatu diluar dugaan kita. Nah, bukankah ini suatu program yang diciptakan untuk merubah generasi menjadi kaum LGBT. Kita mesti lebih hati-hati dan waspada.

Beberapa merk pakaian yang ditemukan menggunakan zat tersebut pada produknya yaitu Adidas, Burberry, Disney, American Apparel, GAP, Primark, Nike, Polo, Levi’s, Zara Man, dan banyak lagi yang lainnya.
Jika mau menijau lebih dalam, tidak ada satupun perusaan pakaian bermerk terkenal itu milik orang beragama. Pemiliknya adalah kaum Yahudi.

Informasi baru-baru ini, salah satu organisasi dunia UNDP mengkucurkan dana sebesar Rp. 108 M untuk biaya kampenye kaum LGBT di wilayah Indonesia dan beberapa negara Islam lainnya di Asia Tenggara. Kejadian ini semakin mendukung bahwa LGBT itu adalah program Yahudi. Anda tahu siapa sebenarnya yang menguasai organisasi dunia.?

Terbukti, apa yang mereka programkan berhasil membuat kita kewalahan. Masyarakat kita kalangkabut dengan isu LGBT. Tak ada satupun aturan Negara yang mengatur hukuman kepada mereka.
Dalam hukum Fiqh Islam hal ini disebut Liwath, ini adalah dosa besar paling keji. Hadas besar yang ditimbulkan dari melakukan Liwath, tidak bisa disucikan, walaupun degan seluruh air di dunia ini sekalipun. Na’uzubillahiminzalik.

Tidak ada hukuman lain kepada pelaku liwath selain dirajam sampai mati. Dengan cara menempatkan pelaku pada persimpangan jalan yang ramai dilewati. Siapapun yang melewati jalan tersebut wajib hukumnya melempari pelaku pakai batu. Sampai pelaku mati. Begitu dikatakan dalam Fiqh Islam.

Turun ke jalan dan mengecam bukan solusi. Pikirkan baik-baik dengan cerdas agar kita mampu keluar dari jebakan Yahudi.
Mungkin inilah salah satu yang disebut “FITNAH DAJJAL”.

afzal
*Penulis merupakan Ketua Umum HMI Cabang Jantho dan Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Serambi Mekkah

Redaksi menerima tulisan dalam bentuk opini, resensi buku maupun puisi. Tulisan dikrimkan dengan disertai foto terbaru ke alamat email redaksi.klikkabar@gmail.com