Home / ACEH / Opini: 4 Calon Pemuda yang Layak Maju di Pilkada Abdya

Opini: 4 Calon Pemuda yang Layak Maju di Pilkada Abdya

Pemuda abdya

Oleh: Ikhsan Fajri Jakfar*

INI merupakan 4 Calon pemimpin ABDYA yang menjadi rekomendasi dari pemuda & Mahasiswa serta layak maju di 2017.

Analisis sederhana yang dikaji selama ini oleh pemuda dan tentu sangat logis dan dapat di terima oleh semua lapisan, mengingat panggung perpolitikan bukan hanya tempat bermain para orang tua semata namun dalam persoalan ini.

Pemuda juga punya ruang untuk bermain, bergerak disini, memberikan terobosan pembangunan yang tidak menoton hanya di satu isu, pemuda punya peran  untuk itu dan peran tersebut harus dimainkan dari sekarang,  disisi lain kehadiran pemuda tentu sudah tidak mustahil lagi dalam dunia politik Indonesia, hal ini dapat kita saksikan secara bersama bagaimana Bandung lebih maju dipimpin oleh pemuda dibandingkan dengan sebelumnya,  begitu juga bogor yang tertata rapi di bawah pemimpin anak muda.

Hal ini menandakan bahwa sikap positif dari semua kalangan untuk menerima anak muda itu ada sehingga kehadiran pemuda dalam dunia politik itu menjadi arti penting bukan sebagai pelengkap dan “ban serap” semata.

Di sisi lain sikap “benci ruman” juga harus dibuang jauh dari generasi kita, biarkan saja ruang “benci ruman” itu ada di setiap para pendahulu kita yang gemar mengamalkan tabiat tersebut,  tentu sifat itu tidak baik untuk di ikuti dan diamalkan secara fanatik.

Pemuda sudah tidak zamannya lagi berada dalam ketiak para orang tua, dan sudah seharusnya bersuara lantang di luar bukan di dalam kamar mandi atau di dalam kamar tidur.

Dalam persoalan yang ada di daerah tentu kita akan membuka ruang diskusi dan bercerita tentang program-program daerah yang layak kedepan, ada beberapa sisi yang menjadi penting di diskusikan secara tajam, diantaranya isu pendidikan, isu perekonomian, pertanian  dan isu kesejahteraan, ini tentu menjadi penting  di bandingkan hanya bercerita “nyo kandidat lon dan nyo kandidat kah”. Empat calon ini, kita berharap agar menjadi generasi awal emas bagi ABDYA, mereka tentu harus terlibat  sebagai Aktor bukan sutradara atau penonton, keinginan ini tentu bukan sekadar ide “cet langet” semata, mengingat mereka memang mampu dan layak untuk di calonkan.

Keempat calon tersebut, yakni, Askalani Gerak Aceh, tentu beliau sudah tidak asing lagi dimata masyarakat Aceh,  beliau sangat konsen dengan persoalan korupsi,  beliau punya ide dan konsep yang jelas untuk menjadikan pemerintah bersih dari segala  aspek tindakan korupsi,  apakah tidak bangga kita punya icon pemuda pemuda yang unggul baik secara ide dan gagasan serta trobosan bukan hanya untuk daerah tapi untuk Aceh.

Kedua kita punya Amnasir,  beliau merupakan putra terbaik ABDYA yang memiliki kapasitas tinggi dalam punya nilai cinta daerah, secara emosional beliau tentu sudah sangat teruji dan tentu hal ini dapat dilihat dari rekam jejaknya, dimana dia mampu mengelola organisasi eks kombatan yaitu Ketua KPA dan KONI, serta IMI dengan baik tanpa terjadi gejolak yang timbul di permukaan.

Ini menandakan bahwa yang muda memang mampu dan layak untuk menjadi pemimpin,  pengalaman organisasi yang beliau geluti sudah cukup untuk bekal menjadi salah satu pemimpin untuk daerah.

Selanjutnya ada Safaruddin, sosok ini tentu menjadi icon bagi anak muda Aceh mengingat banyak prestasi yang ditoreh olehnya, secara akademik ia sangat cemerlang dengan meraih gelar Master dari Universitas terkemuka Sumatra Utara di bidang administrasi negara.

Sosok Safaruddin juga yang membuka dan mendobrak ketidakmungkinnan menjadi mungkin,  betapa tidak pada saat itu peran pemuda dalam politik hanya menjadi ban serap dan ikat spanduk atau pelengkap,  tapi dengan adanya ia pemuda bisa mencontoh bahwa anak muda juga bisa di depan menjadi ketua Partai Politik yaitu Gerinda ABDYA, dan bahkan ia mampu mewarnai disetiap level generasi yang ada di Aceh hari ini.

Safaruddin mampu meyakinkan seorang Purna Bintang 3 yaitu Bapak Prabowo Subianto hadir di tengah masyarakat ABDYA, tentu ini pemandangan yang langka yang mampu dihadirkan oleh anak daerah sekaliber nasional, ia telah memecahkan kebuntuan dan menjadikan azas politik menjadi hal yang harus di pedulikan oleh kalangan anak muda yang ada di Aceh dan daerah, dan persoalan politik tidak hanyak urusan orang tua.

Terakhir adalah Agusri Samhadi, ia merupakan anak muda enerjik. Lulusan Ilmu Hukum UIN Ar- Raniry Banda Aceh ini adalah sosok yang pernah berkiprah di berbagai lintas organisasi baik di tingkat propinsi maupun di tingkat Kabupaten kota.

Salah satunya di lembaga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang dikenal organisasi paling bergengsi dan paling berpengaruh di level Nasional. Kapasitas politiknya membawa tokoh muda ini dengan julukan Setia Dengan Rakyat, peduli terhadap pendidikan, keagamaan, Ekonomi, Sosial Dan Sebagainya.

Dalam pemilu 2014, Agusri Samhadi mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPRK Aceh Barat Daya . Popularitas yang diperolehnya membuatnya menang mudah dalam kontestasi memperebutkan kursi DPRK Aceh Barat Daya. dan alhamdulilah Ia memperoleh suara tertinggi dari Delapan anggota calon yang diusung oleh partai golkar.

Di DPRK, ia berperan besar dalam upaya mempertahankan san memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dia selalu bersuara dan selalu menentang kebijakan pemerintah yang memang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Satu pesan yang sering disampaikannya adalah “tanpa sebuah perjuangan dan perlawanan yang besar, maka tidak ada sebuah keberhasilan yang besar pula” Ini yang sering beliau sampaikan kepada masyarakat dan kususnya bagi pemuda.

Dengan kegigihan dan ilmu yang ada pada dirinya dia tetap mengajak “ayo kita bersama-sama mendorong Ekonomi masyarakat dengan cara cinta terhadap pertanian”. Saat ini beliau sedang mewacanakan dan memperjuangkan sebuah pogram gerakan tani yang profesional dan berkualitas.

Semua rentetan tokoh pemuda di atas tentu kita harapkan menjadi wajah baru bagi tatanan wajah demokrasi ABDYA kedepan,  mari kita pemuda membuka mata merasakan bahwa kita sekarang sudah layak berada di depan,  mereka yang bodoh adalah mereka yang jangankan berbuat, bermimpi saja tidak berani.

*Penulis merupakan putra Aceh Barat Daya dan Alumni UIN Ar-Raniry