Home / BERITA TERBARU / Dalam Munas Diharapkan Golkar Tidak Terjebak

Dalam Munas Diharapkan Golkar Tidak Terjebak

ab0c986e-c8e4-4a8c-b6ed-92816ad95e53_169

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Partai Golongan Karya (Golkar) akan melaksanakan Munas dalam waktu dekat ini. Dalam Munas nanti diharapkan Golkar tidak terjebak pada preseden konflik yang di internal Golkar belakangan ini. Dualisme kepemimpinan di tubuh Golkar telah berlangsung lebih kurang satu tahun. Analisis politik LIPI Siti Zuhro mengatakan, konflik yang mendera Golkar tersebut harus dijadikan pelajaran agar kasus serupa tidak terulang lagi.

“Kontestasi pemilihan Ketua Umum baru nanti memang menjadi saat yang dinanti bagi Golkar. Namun calon ketua umum baru nanti tetap harus memikirkan konflik masa lalu, dalam artian dijadian pembelajaran agar preseden itu tidak terulang lagi,” kata Siti Zuhro, Minggu 7 Februari 2016.

Siti juga mengatakan, para calon kontestan ketua umum baru nanti diharapkan bisa menyatukan partai berlambang pohon beringin itu. “Sehingga tidak perlu ada sikut-sikutan dalam konteks negatif,” katanya.

Siti juga mengatakan, tidak perlu ada upaya penjegalan pencalonan. Karena Golkar telah memiliki AD/ART terkait pencalonan, sehingga jika sudah lolos dan sesuai AD/ART maka calon tersebut berhak untuk dipilih.

“Kalau telah sesuai AD/ART, siapa pun bisa mencalonkan dan bahkan dipilih sebagai ketua umum Golkar,” kata Siti.

“Jangan sampai friksi yang dibuat dalam proses pencarian ketua umum justru membuat Golkar mundur, atau kembali terjebak pada konflik,” tambahnya.

Situasi internal Golkar memang kembali memanas jelang Munas setelah bermunculannya sejumlah nama bakal calon ketum. Ade Komarudin yang juga digadang maju di Munas meminta agar internal partai tetap solid menghindari upaya saling jegal.
“Saya minta tenang. Partai ini cukup sudah setahun lebih dilanda prahara dan itu sangat lelah. Sudah ya, harus selesai dan tak boleh terulang lagi,” ujar pria yang akrab disapa Akom ini di Gedung DPR.

Selain itu, Akom juga berharap proses pemilihan ketum dalam Munas tidak menciptakan konflik baru nantinya. Hal ini disampaikan Akom saat menemui sejumlah pengurus partai di daerah.

“Kita memang harus bersaing. Bersaing secara sehat dan demokratis. Menghormati satu kontestan dengan kontestan lain. Kita harus sama-sama bangun partai Golkar dengan harmonis dan penuh persatuan,” tuturnya.(dtk)