Home / ACEH / Pengusaha Jamur di Banda Aceh Banyak yang Gulung Tikar

Pengusaha Jamur di Banda Aceh Banyak yang Gulung Tikar

1269967420_84555707_1-Gambar-jamur-merang-segar

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Budidaya jamur semakin marak di Banda Aceh dan sekitarnya, hal tersebut tampak dari beberapa pengusaha jamur yang merintis usahanya di Bumi Serambi Mekkah ini. Bisnis yang sangat menjanjikan ini sudah digeluti banyak masyarakat di Aceh, namun tidak semuanya dapat bertahan untuk menjalankan budidaya jamur merang.

Hal tersebut disebabkan banyak faktor. Salah satunya adalah kurangnya biaya untuk menjalankannya. Baik dari biaya pembibitan, biaya pengelolaan juga biaya perawatannyanya. Tetapi yang paling besar adalah biaya pada pembibitan serta pengelolaan.

“Padahal budidaya jamur merang tergolong bisnis yang sangat menjanjikan,” sebut Adi pengelola budidaya jamur merang di Limpok Banda Aceh, Jumat 15 Januari 2016.

Namun hingga saat ini masih sangat minim tenaga ahli yang betul-betul faham dalam merawat jamur merang di Aceh, sehingga menyebabkan pengusaha jamur banyak yang gulung tikar. Oleh karena itu harusnya budidaya ini dipedulikan oleh pemerintah Aceh khususnya, karena hasil yang diberikan oleh jamur merang sangat positif serta bisa mendongkrak ekonomi masyarakat Aceh.

“Ini juga salah satu bentuk investasi masa depan masyarakat Aceh,”tegasnya.

Selaku pelaku budidaya jamur merang yang peduli dengan kondisi perkembangan Aceh ke depan, ia juga berharap pemerintah Aceh mau ikut andil dalam upaya membudidayakan jamur di wilayah Aceh. Paling tidak pemerintah menyediakan dana serta tenaga ahli yang benar-benar mengerti cara mengelola jamur, karena kalau tidak jamurnya tidak akan panen sesuai kehendak.

“Ada keterampilan khusus yang harus dimiliki oleh seorang pelaku budidaya jamur”, ujar Adi.

Ia juga berharap jika pemerintah Aceh mengadakan pelatihan khusus untuk masyarakat yang ingin melakukan usaha budidaya jamur, sehingga usaha yang akan mereka bangun tidak terkendala karena tidak adanya sumber daya manusia handal.

REPORTER: MAKSALMINA