Home / ACEH / Produksi Jamur Merang Minim, Permintaan Meningkat

Produksi Jamur Merang Minim, Permintaan Meningkat

IMG_3742

(Foto: Klikkabar.com/Maksalmina)

KLIKKABAR. COM, BANDA ACEH – Budidaya jamur merang sedang diminati oleh berbagai masyarakat yang ada di Banda Aceh.

Jamur merang biasanya banyak dibudidaya dengan media jerami, limbah kapas, ampas aren, eceng gondok, daun pisang kering dan ampas tebu, dan sawit. Akan tetapi karena sulitnya mencari bahan dasar di Aceh maka pengusaha jamur menggunakan jerami, sawit dan sagu sebagai media budidaya jamur merang.

Saat ini permintaan jamur merang semakin meningkat, karena cita rasanya yang khas dan bisa diolah dalam bentuk makanan apapun.

“Jamur merang semakin besar permintaannya dari masyarakat di Banda Aceh juga sekitarnya”, sebut Adi pengelola Budidaya Jamur Merang di daerah Limpok Aceh Besar, Kamis 14 Januari 2016.

Untuk pembelinya ada yang berasal dari masyarakat biasa, pebisnis maupun agen. Harga jamur bisa dibanderol dengan harga Rp. 40.000-50.000/kg.

“Kalau agen biasanya ambil 20-30 kilogram perhari, namun penyediaan tidak mencapai segitu,” tambah Adi.

Adi mengungkapkan, saat ini setiap harinya hanya mampu memproduksi 8-10 kilogram saja, hal ini dikarenakan lumbung budidaya jamur masih sangat sedikit di sini. Kendala lain yang mempengaruhi minimnya produksi jamur adalah susah mendapatkan bibit unggul untuk budidaya jamu merang. Saat ini bibitnya di ambil dari Jogyakarta dan Cikampek.

REPORTER: MAKSALMINA