Home / ACEH / [Suara Warga] Jalin Kerjasama dengan Turki, Pemko Banda Aceh Patut Diapresiasi

[Suara Warga] Jalin Kerjasama dengan Turki, Pemko Banda Aceh Patut Diapresiasi

shutterstock_81513439

Museum Hagia Sophia di Turki (shutterstock)

Kunjungan kerja Walikota Banda Aceh dan jajarannya serta perwakilan DPRK Banda Aceh dari tanggal 6 sampai dengan 13 Januari 2016 ke Turki dalam rangka membangun kerjasama dengan negara bekas kekhalifahan Islam tersebut patut diapresiasi.

Pasalnya, selain karena Turki sejak pascatsunami telah banyak membantu Aceh, juga karena negara tersebut hari ini kian menjadi negara penting di dunia karena keberhasilannya dalam berbagai bidang pembangunan. Selain itu, hubungan kerjasama ini akan mengenang kembali romantisme lama hubungan mesra antara Aceh Darussalam dan Turki Usmani.

Ketika Turki Usmani berjaya, tidak terhitung jumlah perwira (pasya) Turki yang dikirim ke Aceh dalam rangka melatih pejuang Aceh untuk mengusir kaum penjajah. Para periwira ini meninggalkan tanah air mereka demi Aceh, demi harga diri bangsa Aceh. Mereka banyak yang meninggal di Aceh dan dimakamkan di Gampong Bitay, Banda Aceh. Makam-makam itu adalah catatan sejarah tentang cinta dan kebersamaan Aceh dan Turki, sesuatu yang sulit kita balas harganya.

Sementara itu, Turki hari ini diketahui memiliki catatan keberhasilan pembangunan yang mencengangkan dari segi penyediaan air bersih bagi warganya, sarana dan prasarana transportasi yang nyaman, perdagangan, penataan tata ruang kota, peningkatan kualitas pendidikan, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, program Walikota Banda Aceh dan jajarannya untuk menjadikan Banda Aceh sebagai sister city (kota kembar) Istanbul adalah hal yang patut didukung dan diapresiasi dengan syarat bahwa program ini akan menjadi upaya yang sungguh-sungguh dan serius. Apalagi, Aceh dan Turki memiliki banyak kesamaan dari segi akar budaya karena sama-sama wilayah yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Kita menunggu laporan resmi dari kerjasama Pemko Banda Aceh – Turki ini, dan seterusnya kita berharap kiranya warga mau memantau dan mengevaluasi sejauh mana program kerjasama ini direalisasikan. Apa saja yang menjadi sisi keberhasilan Istanbul berarti harus diciplak di kota Banda Aceh, baik dari segi penyediaan air bersih bagi warga yang selama ini banyak masalah, transportasi kota, pendidikan, dan sebagainya.**

Teuku Zulkhairi MA, Ketua Departemen Humas Rabithah Thaliban Aceh (RTA) dan Sekretaris Pengurus Besar Persatuan Dayah Inshafuddin.