Home / ACEH / Pemerintah Targetkan Aceh Bebas dari Buta Aksara

Pemerintah Targetkan Aceh Bebas dari Buta Aksara

ACH_9892

KLIKKABAR.COM, SUBULUSSALAM- Pemerintah Aceh akan melakukan perluasan akses terhadap pembelajaran dan bahan ajar keaksaraan dalam rangka menjadikan Aceh sabagai daerah yang bebas dari buta aksara/buta huruf sesuai dengan  gerakan nasional percepatan penuntasan tuna aksara yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Saat ini di Indonesia, tercatat masih ada sekitar 5,9 juta orang yang belum mampu mengeja dan menulis namanya sendiri. Angka-angka itu bukan sekadar deretan statistik buta huruf, tetapi memberi bahwa belum semua warga negeri ini bisa menuliskan “Indonesia” dalam secarik kertas,” kata Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM, Senin 9 November 2015.

Acara peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke- 50 tingkat Provinsi Aceh tersebut mengangkat tema “Keaksaraan untuk menumbuhkan budi pekerti” dan berlangsung dengan meriah dipadukan dengan pameran hasil kreativitas pendidikan daerah yang diikuti oleh kontingen dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs Salmaza, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Hasanuddin Darjo MM, Kepala Dinas Pendidikan dari Kota dan Kabupaten se-Aceh serta Unsur Muspida, jajaran Pejabat Dan PNS Pemkot Subulussalam.

Sementara itu, Mendikbud dalam amanat yang dibacakan Sekda Aceh menuturkan, Pada tahun 2010 penduduk Indonesia usia 15-59 tahun yang melek aksara sekitar 95,21 persen. Angka ini kemudian naik pada tahun 2014 menjadi sebesar 96,3 persen.

“Angka tersebut menunjukkan keberhasilan kita memenuhi target Deklarasi Dakar tentang Pendidikan Untuk Semua (PUS) atau Education for All (EFA) bahwa Indonesia dapat menurunkan separuh penduduk tuna aksara menjadi kurang dari 5 persen pada 2015. Tapi angka itu juga berarti masih ada sekitar 5,9 juta orang yang belum mampu mengeja dan menulis namanya sendiri,” katanya.